Tampilkan postingan dengan label Tips Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Family. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Tips : Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit



Tips : Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit
Ada berita gembira bagi para penggemar kopi. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, kopi menunjukkan tanda dapat mengurangi resiko kanker kulit dengan membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang dapat berubah menjadi tumor.

Temuan yang diterbitkan pada Senin itu, menunjukkan bahwa minum kafein secara wajar, atau bahkan menggunakan kopi di kulit, dapat berguna dalam menangkal kanker non-melanoma, diagnosis kanker kulit yang paling sering.

Dengan menggunakan tikus yang secara genetik telah dipengaruhi untuk menekan produksi enzim protein, ATR, dalam tubuhnya, para peneliti membuktikan bahwa tikus itu mampu menangkis kanker bahkan

bila terkena sinar ultraviolet.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa minum sekitar satu cangkir kopi berkafein per hari memiliki efek menekan ATR dan memicu kematian sel yang rusak oleh sinar UV.

Tikus itu pada akhirnya menderita kanker, namun itu terjadi setelah tiga pekan, dibandingkan dengan tikus yang normal, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.

Setelah 19 pekan terpapar sinar ultraviolet, tikus yang direkayasa itu menunjukkan 69 persen lebih sedikit tumor dan empat kali lebih sedikit tumor invasif dibandingkan kelompok normal.

Namun, efek perlindungan hanya selama itu, setelah lebih dari 34 pekan terpapar sinar ultra violet, seluruh tikus menderita tumor.

"Akhirnya, jika anda memamar mereka dengan sinar ultra violet cukup lama, semua tikus akan menderita kanker sehingga hal itu tidak 100 persen memberikan perlindungan selamanya," kata Allan Conney, salah satu penulis, kepada AFP.

"Sungguh, dengan hampir semua jenis karsinogen, pada akhirnya semua hewan akan menderita tumor," kata Conney, yang merupakan direktur dari Laboratorium Penelitian Kanker Susan Lehman Cullman di Universitas Rutgers, New Jersey.

Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kafein -ketika dikonsumsi atau dioleskan pada kulit - bekerja dengan cara menghambat ATR. Sekarang mereka mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga bekerja pada manusia.

"Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala," katanya.

"Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak."


Kanker kulit adalah kanker paling umum di Amerika Serikat, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun, menurut Institut Kanker Nasional.

Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis dan sering dapat diobati jika terdeteksi di tahap awal.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tips and Triks : Rahasia Rambut Sehalus Sutera

Tips and Triks : Rahasia Rambut Sehalus Sutera

Siapa yang tak ingin memiliki rambut lembut dan halus bagaikan sutra. Rambut yang melambai lembut saat tertiup angin dan halus saat dibelai... semua wanita pasti ingin memiliki mahkota indah tersebut. Sekalipun rambut asli Anda sering mencuat dan kasar, Anda bisa merawatnya agar rambut sehalus sutera tidak sekedar impian belaka.

Singkirkan Catok & Alat Pengeriting

Jika Anda memiliki rambut lurus, singkirkan alat pemanas untuk mengeriting rambut, begitu juga bagi pemilik rambut keriting, jauhkan catok rambut. Panas yang dihasilkan oleh kedua benda tersebut bisa memang bisa membuat rambut tampak menawan dalam waktu yang singkat. Tetapi efek pemakaian berulang-ulang akan membuat rambut menjadi kasar, mencuat ke mana-mana dan mudah patah. Biarkan rambut Anda tertata dalam bentuk alaminya.

Gunakan Shampo dengan Formula Lembut

Banyak shampo yang berbahan 'keras' dan dapat membuat rambut Anda kehilangan banyak kelembaban alami. Shampo tersebut membuat rambut Anda kering dan kaku. Agar rambut Anda selalu lembut, pilih shampo dengan formula ringan, terlebih lagi jika Anda mencuci rambut setiap hari. Jika Anda sulit mendapatkan shampo formula lembut, Anda bisa memakai shampo bayi.

Selalu Memakai Kondisioner

Shampo mengandung bahan bersifat basa yang dapat membuat rambut tidak bercahaya dan kasar. Jika rambut Anda cenderung kering dan kasar, penggunaan kondisioner sangat diperlukan. Kondisioner akan mengembalikan rambut pada kondisi normal dan lebih lembut setelah pemakaian shampo yang bersifat basa. Waktu terbaik untuk mengaplikasikan kondisioner pada rambut setelah pemakaian shampo adalah 2 menit.

Keringkan Rambut Secara Alami

Rambut setelah keramas bisa dikeringkan dengan cara alami sekalipun membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk mempercepat pengeringan rambut, sangat disarankan apabila Anda menggunakan bantuan kipas angin atau hair dryer dengan suhu dingin. Pemakaian hair dryer dengan suhu panas akan membuat rambut Anda kering, kusut, dan rapuh. Selain menghemat energi, Anda juga bisa mengurangi risiko tangan kering saat terkena udara panas hair dryer.

Hindari Terpaan Bahan Kimia Keras

Bleaching, coloring, smoothing dan segala jenis perubahan gaya/warna rambut dengan bahan kimia keras dapat merusak kelembutan rambut Anda. Jika Anda ingin melakukan berbagai perubahan pada rambut yang menggunakan bahan kimia, pastikan rambut Anda kuat dan jangan lupa untuk memastikan Anda sanggup melakukan berbagai perawatan setelah rambut Anda dipermak. Jika Anda tidak yakin bisa merawat rambut setelah dipermak, sebaiknya tunda keinginan Anda.

Lakukan Perawatan Masker Rambut Setiap Bulan

Selain perawatan setiap hari, Anda bisa memberi nutrisi tambahan pada rambut Anda menggunakan masker sebanyak 1 - 2 kali sebulan. Perawatan ini bisa Anda lakukan di salon atau melakukannya sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan alami. Untuk mendapatkan rambut halus, Anda bisa memakai masker alpukat. Agar rambut selalu segar dan lembut, pakai masker strawberry dan yogurt.

Ramadhan 2011 : Membuat Anak Mudah Bangun Sahur

Ramadhan 2011 : Membuat Anak Mudah Bangun Sahur

Salah satu perjuangan orang tua saat bulan Ramadhan tiba, selain sibuk mempersiapkan semua hal yang bersifat ibadah adalah membuat buah hati mereka mudah terbangun saat jam sahur telah tiba. Hal ini bisa saja mudah, tetapi bisa juga menjadi sangat sulit karena anak-anak pada hari biasa tentu tidak terbiasa bangun menjelang subuh untuk makan. Sekalipun buah hati (yang masih usia 5 - 9 tahun) sudah berniat akan ikut berpuasa, saat jam sahur telah tiba, bisa lain cerita.

Udara dingin, sakit perut, mata masih ngantuk, dan segala alasan untuk tidak mau meninggalkan tempat tidur sering dilontarkan anak-anak. Padahal, sahur adalah kegiatan yang penting sebagai sarana pemasok energi dan nutrisi selama satu hari berpuasa. Sekalipun anak-anak masih dalam tahap belajar puasa (penuh ataupun setengah hari), mereka harus diajak berdisiplin dengan tidak meninggalkan waktu sahur.

Agar bangun sahur menjadi hal yang mudah dan menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan. Saat mereka sudah lebih dewasa, kebiasaan untuk tidak melewatkan sahur akan menjadi disiplin dengan sendirinya.

Beri Penjelasan Pentingnya Sahur

Anak akan malas melakukan sesuatu bila dia tidak tahu apa manfaatnya. Selain menjelaskan pada si kecil sudah mengenai keutamaan puasa, jelaskan juga pentingnya sahur. Pahala apa yang akan didapat, termasuk pentingnya untuk mengonsumsi hidangan pada jam sahur agar tubuh mereka tetap kuat dan tidak akan kekurangan nutrisi sekalipun berpuasa selama satu bulan. Jelaskan juga risiko jika si kecil tidak mau bangun dan melewatkan waktu sahur.

Atur Waktu Tidur

Karena si kecil harus bangun 1 - 1,5 jam pada saat sahur, ada baiknya Anda mengatur ulang jam tidur mereka. Pastikan bahwa mereka tetap mendapat waktu istirahat yang cukup sekalipun harus bangun lebih awal pada malam hari untuk sahur. Memajukan waktu tidur bisa dilakukan agar tubuh si kecil tetap fit dan siap untuk menjalani puasa satu bulan lamanya. Jika biasanya si kecil sudah tidur pada pukul 9 malam, Anda bisa meminta dia untuk tidur setelah Tarawih.

JADWAL PUASA BULAN SUCI RAMADHAN 1432 H

Jangan Bangunkan Terlalu Awal

Waktu untuk makan sahur yang paling tepat adalah 30 menit sebelum imsak. Anda dan keluarga dapat makan dengan tenang tanpa terburu-buru. Tidak perlu membangunkan si kecil terlalu awal, karena dia akan mengantuk saat menunggu waktu imsak dan sholat Subuh. Jika si kecil mudah bangun, pasang jam weker atau bangunkan dia 40 menit sebelum waktu imsak. Dengan begitu waktunya tidak banyak terbuang karena bangun terlalu awal.

Biarkan Dia Berpartisipasi

Si kecil akan senang jika dia ikut terlibat dalam mempersiapkan hidangan sahur. Tidak perlu meminta dia bangun lebih awal untuk membantu memasak, ajak dia untuk memilih menu makanan sahur malam hari sebelum mereka tidur. Ajak juga dia membersihkan meja makan sebelum tidur dan menempatkan piring serta gelas di atas meja makan pada malam harinya, sehingga saat bangun sahur, dia lebih bersemangat melihat hasil kerjanya.

Beberapa anak yang sangat antusias bahkan menawarkan diri untuk membantu memasak hidangan sahur dan 'ngambek' jika tidak dibangunkan lebih awal. Siasati dengan mengatakan bahwa memasak hidangan sahur adalah tugas Anda, jika dia ingin berpartisipasi, si kecil bisa membantu saat menyajikan hidangan berbuka puasa. Biarkan dia membantu menyiapkan hidangan saat sahur pada hari minggu.

Buat Si Kecil Nyaman

Ada beberapa anak yang tidak mau bangun karena udara yang dingin. Ini bisa dimaklumi karena sahur selalu dilakukan sebelum matahari terbit dan udara malam bisa membuat si kecil menggigil. Siapkan jaket hangat kesukaan si kecil, siapkan juga sandal rumah yang akan membuatnya lebih nyaman ketika berjalan ke ruang makan. Menyikat gigi bisa dilakukan sebelum si kecil tidur dan setelah makan sahur.

Variasi Menu

Meskipun hidangan sahur harus cepat dan hangat, Anda harus rajin membuat variasi menu agar si kecil tidak bosan. Jika terus menerus dengan menu nugget instant, mie dan omelet, selain kandungan nutrisi tidak terpenuhi, si kecil bisa bosan. Anda bisa membuat hidangan sederhana dengan variasi berbeda. Misalnya, bola-bola tahu udang, bola-bola tahu mie, bola-bola tahu wortel, dan variasi lainnya.

Selamat mencoba tips ini dan selamat menjalankan ibadah puasa.

Senin, 01 Agustus 2011

Tips : Konsumsi dan Gaya Hidup

Tips : Konsumsi dan Gaya Hidup

Sebuah frase Inggris berbunyi, "you are what you eat." Frase ini memang awalnya datang dari kalangan ahli gizi, yang mengingatkan bahwa makanan seseorang memengaruhi kondisi kesehatannya. Tetapi seiring waktu, pengertiannya pun berkembang: konsumsi seseorang menentukan siapa dia.

Di Amerika Serikat, contohnya, orang-orang yang memakan ayam goreng dan burger cepat saji (junk food) kemungkinan besar adalah orang miskin perkotaan. Berbeda dengan Indonesia, yang justru menganggap junk food sebagai makanan kelas menengah ke atas.

Tetapi selain makanan, terdapat banyak hal lain yang menentukan siapa Anda. Misalnya gaya pakaian, merek mobil, merek telefon seluler, jenis gadget yang dipakai, hingga ke tempat tinggal.

Untuk urusan tempat tinggal ada cerita sendiri. Sebuah kompleks perumahan di pinggir Surabaya, memasang patung singa berdiri ala Merlion di Singapura, dengan skala 1:3 namun tanpa air muncrat dari mulutnya. Ini membuat saya bertanya-tanya, apakah memang konsumen kelas menengah atas kita begitu bodoh hingga memerlukan label "Singapura" yang murahan itu? Bukankah cara berjualan yang demikian justru memperlakukan para pembeli, seolah mereka memerlukan label yang tidak penting dan mengesampingkan rasio dalam memilih produk? Apa tidak terasa mengolok-olok?

Kombinasi barang dan jasa yang dikonsumsi orang kota akan membentuk gaya hidup pribadi sekaligus penghubung identitas mereka dengan kelompok sosial-ekonomi tertentu.

Padahal seharusnya, gaya hidup tidak ditentukan oleh faktor konsumsi semata, melainkan juga produksi. Tetapi produksi seperti apa yang cocok menjadi gaya hidup orang perkotaan?

Ketika seluruh kemanusiaan sedang berupaya keras berubah memasuki abad ekologi — dan persentase penduduk perkotaan meningkat tak terbalikkan — "produksi" yang penting jadi gaya hidup orang kota bukanlah uang. Melainkan produksi dalam pengertian merawat bumi.

Minggu, 31 Juli 2011

Tips Family : Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan air susu ibu (ASI)

Tips Family : Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan air susu ibu (ASI)

Berbicara tentang usaha memperbanyak air susu ibu harus diketahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan air susu ibu (ASI). Faktor-faktor tersebut ialah :

Rangsangan otot-otot buah dada

Untuk produksi air susu ibu, memerlukan rangsangan pada otot-otot buah dada agar kelenjar buah dada bekerja lebih efektif. Otot-otot buah dada terdiri dari otot-otot polos, dengan adanya rangsangan otot-otot akan berkontraksi lebih baik, dan kontraksi ini dibutuhkan dalam lactasi.

Untuk memperbanyak air susu ibu dengan sendirinya dapat diusahakan dengan memberi rangsangan lebih banyak pada otot-otot buah dada, misalnya dengan massage atau mengurut buah dada, atau menyiram dengan air hangat dan dingin berganti-ganti, cara-caranya akan dikemukakan dalam perwatan buah dada.

ibu, menyusui, bayi, pembentukan, air , susu, payudara, scaringcrychan.blogspot.com
Keteraturan anak menghisap

Pengisapan anak mempunyai peranan penting dalam produksi air susu ibu, karena memiliki pengaruh dalam pengeluaran hormon pituirin.

Isapan anak akan merangsang otot polos yang terdapat dalam buah dada. Untuk berkontraksi yang kemudian merangsang susunan syaraf di sekitarnya dan meneruskan rangsangan ini ke otak. Otak akan memerintahkan kelenjar hypophyse bagian belakang untuk mengeluarkan pituirin lebih banyak, akan mempengaruhi kuatnya kontraksi otot-otot polos buah dada dan uterus. Kontraksi otot-otot polos pada buah dada berguna untuk pembentukan air susu ibu, sedangkan kontraksi otot-otot polos pada uterus berguna untuk mempercepat involusi.

Jadi karena faktor isapan anak memegang peranan dalam pembentukan air susu ibu, maka salah satu usaha untuk memperbanyak air susu ibu adalah dengan menyusui anak secara teratur, ada yang menasihatkan agar menyusui lebih sering, asal teratur, sehingga rangsangan terjadi lebih banyak.

keadaan ibu

Untuk dapat menghasilkan air susu ibu yang cukup, keadaan ibu harus sehat, sehat jasmani dan rohani. Kesehatan ibu memegang peranan dalam produksi air susu. Ini jelas karena pembentukan bahan-bahanyang diambilnya dari ihu. Bila ibu tidak dapat mensuply bahan karena tubuh tidak sehat, input makanannya kurang, atau kekurangan darah untuk membawa bahan-bahan yang akan diolah oleh sel-sel acini di buah dada, maka bahan-bahan tidak sampai kepada sel-sel acaini tersebut.

Dengan demikian sel-sel acini tidak memiliki bahan mentah yang akan diolah menjadi air susu ibu. Dengan demikian tentu sajasel-sel acini tidak meiliki bahan mentah yang akan diolah menjadi air susu ibu. Dengan demikian tentu saja produksi air susu ibu akan menurun.

Makanan Ibu

Ibu dapat memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan sel-sel acini bila ia mendapatkan input yang cukup untuk kebutuhannya sendiri dan kebutuhan pembuatan air susu iu. Dengan demikian makanan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan air susu ibu, karena air susu ibu dibuat dari zat-zat makanan yang diambuil dari darah ibu yang sudah disiapkan sejak terjadinya kehamilan. Oleh karena itu ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup kuqantitas dan kualitannya, yang mencukupi untuk kebutuhannya sendiri, pertumbuhan janin, dan persiapan lactasi.

Setelah bersalin ibu masih membutuhkan makanan yang sama karena utuk memulihkan kesehatannya dan lactasi, bahkan semakin bertambah neonatus kebutuhan air susu ibu semakin banyak. Dengan demikian makanan ekstra yang kuantitas dan kualiltasnya memadai kebutuhan sangat menentukan apakah kebutuhan bayi akan air susu ibu dapat dipenuhi atau tidak. Secara naluriah ibu-ibu yang menyusui selalu merasa haus lebih-lebih setelah anak menetek dan merasa mudah lapar. Hal ini merupakan naluri untuk memenuhi produksi air susu ibu.

Istirahat Ibu

Istirahat berarti mengadakan pelemasan pada otot-otot dan syaraf setelah mengalami ketegangan dalam melaksanakan kegiatan. Otot-otot ini perlu diberi istirahat, agar di dalam istirahat timbul kesegaran kembali. Oleh karena itu setelah istirahat terasa segar. Dalam kesegaran kita dapat melakukan kegiatan kembali.

Demikian juga pada ibu-ibu menyusui, yang membutuhkan istirahat lebih banyak di luar maupun di dalam tubuhnya, yaitu memproduksi air susu ibu. Dalam istirahat sel-sel maupun jaringan-jaringan akan mendapatkan kesegaran kembali, dan dapat bekerja lebih giat, himngga demikian produksi ASI dapat dipertahankan atau ditingkatkan.

Secara naluriah pula biasanya ibu-ibu setelah melahirkan dan menyusui anaknya mudah lelah dan mengantuk. Kecuali dibutuhkan penyegaran untuk mengembalikan kesehatannya setelah persalinan, juga dibutuhkan penyegaran untuk pembentukan air susu ibu. Tidak jarang ibu menyusui sambil tiduran, akhirnya mereka tertidur bersama anaknya yang telah puas menetek. Jadi dalam usaha memperbanyak ASI faktor istirahat harus mendapat perhatian.

Tips Family : Tips Menyusui – Payudara terawat, ASI lancar, bayi pun sehat

Tips Family : Tips Menyusui – Payudara terawat, ASI lancar, bayi pun sehat

Perawatan payudara dilakukan sejak ibu hamil hingga dengan tujuan agar lactasi dapat lancar dan menghindari kesulitan-kesulitan dalam menyusui. Setelah ibu melahirkan, parawatan dilakukan pada waktu mandi. Payudara dibersihkan dengan sabun dan air bersih, puting susu diulas dengan minyak pengulas ditutup dengan kain kassa, kemudian ibu memakai kutang/bra yang sesuai besarnya agar dapat menyangga payudara sehingga buah dada yang membesar tidak tertekan oleh kutang yang tidak sesuai.Pada waktu menyusui puting susu areola mammae dibersihkan dengan kapas yang telah direndam dengan air masak sebelum dan sesudah menyusui.

Membersihkannnya beberapa kali sehingga kotoran atau kerak pada puting susu terangkat, dan tidak masuk mulut tertelah oleh bayi. Cara dan lamanya menyusui juga harus diperhatikan, karena cara dan lamanya menyusui dapat memepengaruhi keadaan buah dada.
ibu, dan, anak, menyusui, ibu dan anak, scaringcrychan.blogspot.com
Caranya harus menyenangkan ibu, tidak melelahkannya dan bayi dapat menetek dengan baik. Dapat dilakukan dengan tidur miring ke arah buah dada yang akan disusu. Bila ibu menyusui dengan duduk haruslah duduk dengan nyaman, kaki jangan menggantung, dapat diberi ganjal dengan bangku. Teknik menyusui ini diusahakan agar tinggi kepala bayi sesuai dengan posisi buah dada, puting susu dimasukkan ke dalam mulut bayi sampai aerola mammae yaitu saluran yang menampung air susu akan lebih lancar.

Biasakan agar bayi selalu menghisap, jadi tidak membiarkan puting susu diemut di dalam mulut bayi karena malas menghisap. Hal ini akan menyebabkan puting susu menjadi lecet.

Jaga agar buah dada tidak menutup hidung, agar bayi dapat bernapas. Lamanya menyususi pada hari-hari pertama biasanya 3 – 5 menit, karena pada hari-hari pertama ini produksi air susu ibu belum begitu banyak, menetek diutamakan untuk membiasakan bayi dan memberikan rangsangan pada buah dada. Karena pada hari-hari pertama bayi belum begitu lapar disebabkan sisa zat makanan masih ada.

Pada hari selanjutnya lama menyusui 10-15 menit pada bayi normal tiap-tiap tiga jam. Buah dada yang disusu apakan sebelah kanan saja atau kedua-duanya tentu menurut kebiasaan rumah sakit, keadaan lactasi, dan keadaan bayinya. Selama lima menit buah dada sebelah kiri dan lima menit lagi ganti buah dada sebelah kanan. Bila air susu ibu tidak habis diisap bayi sisa air susu itu harus dikeluarkan, agar tiap kali bayi mengisap memperoleh air susu baru.Setelah menyusui selesai, puting susu dan sekitarnya dibersihkan dan keringkan dengan handuk, ulasi dengan minyak pengulas, tutup dengan kain kasa kemudian memakai kutang/bra.

Tips Family : 6 Masalah Umum Saat Memberi Makan Bayi

Tips Family : 6 Masalah Umum Saat Memberi Makan Bayi

Mengasuh bayi, terutama saat memberinya makan bisa jadi tantangan tersendiri untuk orangtua. Tantangan tersebut mulai dari menolak makanan yang Anda berikan sampai alergi.

Berikut ini enam masalah yang paling sering dialami orangtua saat memberi makan bayi atau balita mereka dan solusinya, seperti dikutip WebMD:

1. Membuat Kotor Lantai

Lantai Anda kerap dipenuhi dengan tumpahan makanan saat si kecil makan? Jangan marah dulu padanya karena tumpahan makanan itu berarti bayi Anda mulai belajar mandiri. Pada usia sembilan bulan, bayi biasanya mulai ingin memiliki kontrol dalam urusan makan. Jadi sebagai orangtua, Anda tidak perlu kesal dan cobalah ambil sisi positifnya jika si kecil ingin makan sendiri. Justru momen itu adalah langkah penting dalam proses belajar bayi.
ibu, anak, aibu dan anak, sehat, keluarga, bayi, menyisui,scaringcrychan.blogspot.com
2. Menolak Jenis Makanan Baru

"Anak-anak memang selalu menolak makanan baru," ujar dokter anak Elizabeth Ward yang juga penulis 'The Complete Idiot's Guide to Feeding Your Baby and Toddler'. Agar bayi mau makan makanan jenis baru, mulailah dengan porsi yang sedikit. Anda juga bisa mencoba membuat makanan baru itu mirip dengan makanan kesukaannya. Misalnya saja, jika dia suka pure wortel, Anda bisa memberinya pure kentang manis.

3. Memuntahkan Makanan

Jika si kecil memuntahkan makanannya, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Memuntahkan atau mengeluarkan lagi makanan yang sudah masuk ke mulut normal dilakukan bayi. Hal itu karena proses pencernaan bayi masih berkembang. Agar bayi tidak memuntahkan lagi makanannya, cobalah memberinya makanan dengan perlahan, melepas popoknya dan mengusahakan posisinya tetap tegak lurus setelah makan.

4. Terlalu Pemilih atau Picky Eater

"Bayi bisa jadi picky eaters karena banyak sebab," ujar Ward. Misalnya saja, bayi akan merasa malas makan saat giginya mulai tumbuh. Dalam kondisi tersebut, bayi hanya mau makan makanan tertentu saja. Untuk anak yang memang benar-benar pemilih, seperti menolak makan sayur, coba lakukan sedikit trik, seperti yang pernah ditulis wolipop di sini.

5. Alergi

Lebih dari 8% anak mengalami alergi pada makanan. Gejalanya bisa bermacam-macam mulai dari gatal, diare, muntah atau sakit perut. Makanan yang umumnya jadi penyebab anak alergi adala susu, kacang, telur, gandum dan kerang. Jika Anda menduga si kecil mengalami alergi, segeralah berkonsultasi ke dokter.

6. Junk Food

Terkadang masalah makan pada anak ini sebenarnya karena orangtua juga. "Orangtua terkadang tergoda untuk memberi balita mereka makanan yang juga orangtua makan," ujar Ward. Namun hal itu tentu bukan ide yang bagus jika Anda melakukannya saat makan junk food. Terlalu dini memberi bayi makanan manis, asin dan berlemak bisa membuatnya sulit memiliki pola makan yang sehat saat sudah mulai besar.

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger