Tampilkan postingan dengan label Sebuah Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

Serangan Jantung

Serangan Jantung -
Susi, seorang ibu muda yang cantik pulang kerumah sehabis berbelanja keperluan rumah tangganya, sewaktu ia menuju dapur untuk meletakkan barang-barang belanjaannya dia mendengar suara gaduh yang berasal dari kamar tidurnya di loteng, segera ia bergegas naik ke loteng dan masuk ke kamarnya.
Didalam kamar ia mendapati suaminya sedang dalam keadaan telanjang penuh dengan keringat dan sedikit terengah-engah . . .
“Apa yang terjadi ?” tanya Susi dengan keheranan sambil mengernyitkan dahi
“ooh…., sayangku . . , aku terkena serangan jantung….” jawab sang suami dengan gugup dan wajah pucat..
Tanpa banyak bicara Susi pun langsung turun ke ruang tengah dan segera mengangkat telpon utnuk memanggil ambulans dari RS terdekat. Akan tetapi sebelum dia menekan tombol telepon, anaknya mendatanginya sambil berlari-lari . . . dan berteriak…
“Mamiiii……, mamiiiiii, ……. !”
“Ada apa Anton ?” tanya Susi sambil terkejut dan khawatir.
“Ada tante Sinta didalam lemari…, dia juga tidak memakai pakaian sama sekali . . . .” jawab anaknya dengan wajah takut.
Mendengar perkataan Anton anaknya yang masih berusia 4 tahun itu, Susi pun menjadi sangat marah, dibantingnya gagang telepon dan dia pun urung menelepon ambulans, Susi berlari ke atas dan masuk lagi kekamar, serta merta dibukanya lemari pakaian, ternyata memang ada Sinta, adik perempuannya yang sangat cantik sedang duduk meringkuk tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun.
Kemarahan Susipun semakin menjadi, dengan suara yang sangat keras dia berteriak kepada adiknya yang nampak ketakutan itu..
“DASAR PEREMPUAN BODOH, …….KEPARAT………!!!!”
“Suamiku sedang terkena serangan jantung dan kamu malah menakut-nakuti anakku yang masih 4 tahun itu dengan bertelanjang didalam rumah seperti itu……, otak kamu dimana haaaah ….!!!

Kisah Perjuangan Anak-Anak Palestina Menjenguk Ayahnya Dipenjara Israel

Kisah Perjuangan Anak-Anak Palestina Menjenguk Ayahnya Dipenjara Israel -
Bertemu dengan ayah sangat mahal dan berisiko bagi anak-anak Palestina yang ayahnya ditahan dipenjara Israel. Mendapat ijin hanya sekali setiap dua minggu. Kisah yang menyentuh hati, mengingat penderitaan anak-anak kecil Palestina yang ingin bertemu, melihat dan mengharap belaian kasih sayang dari seorang Ayah, walau hanya dapat melihat dari balik kaca dan cuma dapat bersentuhan ujung jari.


Jinan adalah salah satu anak yang berumur 6 tahun yang setiap hari Senin setiap dua pekan mengunjungi ayahnya Ali Nazal, dipenjara Chattah-Gilboa, Israel. Aktivitas mengunjungi sang ayah sudah dilakukan sejak dua tahun belakangan ini dan bisa jadi merupakan pembesuk paling muda.

Biasanya Jinan pergi sendiri, namun belakangan ia melawat sang ayah bersama kedua adiknya Dania (4) dan Nur (2), mereka bertiga bersiap sejak sebelum fajar. Salam Nazal sang ibu mendandani ketiga putrinya dan tidak ketinggalan bekal makan siang untuk ketiga putri nya tersebut.

Ketiga anak-anak Palestina tersebut tidak paham mengapa sang ayah mendekam dinegara Zionis tersebut, karena itu setiap akan menjenguk Ayahnya, sang kakak Jinan selalu bertanya kepada ibunya, "Mami…mengapa ayah selalu tidur di Israel?". Salam Nazal punya satu jawaban jitu yang cukup menghibur anak-anaknya, " Karena disanalah tempat tidur untuk orang-orang Palestina terbaik, dan Ayahmu salah satu diantara mereka. "

Ali Nazal (35) sebelumnya hanya pedagang pakaian dipinngir jalan, meski baru akan diadili, ia sudah mendekam dipenjara Israel selama dua tahun. Ia terancam hukuman 10 tahun jika terbukti memiliki senjata dan menyembunyikan seorang buron. Dakwaan ini sebenarnya sama sekali tidak terbukti karena informasi yang diberikan informan Palestina salah.


Perjalanan dari rumah Jinan di kota Qalqilya, Tepi Barat ke penjara Chattah Gilboa sebenarnya hanya membutuhkan waktu dua jam, namun karena kota-kota di Tepi Barat telah dikelilingi oleh tembok pemisah yang hanya mimiliki satu pintu keluar masuk, maka waktu perjalanan molor menjadi hingga lima jam.


Sang ibu, Salam Nazal tidak pernah dapat menemani anak-anaknya membesuk sang Ayah, karena ia masuk daftar pengawasan militer Israel tanpa sebab yang jelas. Walau khawatir melepas ketiga putrinya tersebut, namun ia tetap tabah melepas kepergian putrinya yang masih sangat kecil itu. "Apa yang dapat saya lakukan? hanya beginilah kesempatan anak-anak melihat ayah mereka," ujar Sang Ibu saat mengantar Jinan dan kedua adiknya menaiki bus yang disewa oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC), karena Israel menolak menyediakan transportasi bagi pembesuk, sehingga semua menjadi tanggungan ICRC dan setiap bulan menyediakan bus bagi 20 ribu warga Palestina yang ingin membesuk keluarganya sekaligus mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan.

Meski hanya 45 menit, Jinan dan kedua adiknya Dania dan Nur tetap bersemangat dan bagi si bungsu Nur (2), ini kesempatan pertamnya bertemu sang Ayah karena saat Ali Nazal dipenjara, saat ini Nur masih berumur 6 bulan.

Dengan menggandeng tangan kedua adiknya, Jinan memasuki ruang tunggu. Bertemu dengan ayah mereka walau melalui telepon da terpisah kaca tebal. Lubang kecil yang ada membuat Ali Nazal hanya mampu menyentuh ujung jari ketiga putrinya bergantian.


Kasihan Mereka…Anak-Anak Yang Tidak Berdosa Harus Berjuang Dengan Resiko Hanya Untuk Mendapatkan Kasih Sayang Dari Ayahnya…

Kamis, 22 September 2011

Tenda Terbesar Di Dunia Ada Di Kazakhtan

Tenda Terbesar Di Dunia Ada Di Kazakhtan -
Sekilas,bangunan yang bernama Khan Shatyr Entertainment Center itu lebih cocok jika dikatakan sebagai menara, namun ternyata bangunan besar ini bukanlah menara, melainkan sebuah tenda. Nah lo, Khan Shatyr Entertainment Center ternyata menaglah sebuah tenda super, tingginya mencapai 150 meter dan luas area yang dipayunginya mencapai 100.000 meter persegi.

Dengan ukuranya yang begitu besar, Khan Shatyr Entertainment Center ditetapkan sebagai tenda terbesar di dunia. Tenda ini terletak di astana Kazakhtan. Dan asal kamu tahu, tenda ini bisa menampung sekitar 125 ribu orang lho…Busettttt.



Kisah Pilu Bocah Korban Tsunami Aceh

Kisah Pilu Bocah Korban Tsunami Aceh -
Musibah gempa dan tsunami yang memporak-porandakan wilayah Aceh pada 26 Desember 2004 yang lalu, telah merampas kehidupan Rian. Tinggal sebatang kara tanpa keluarga lagi, kini ia harus mengais rezeki dari kaki ke kaki. Malam itu Rian memasuki sebuah warung kopi di kawasan Taman Sari, Banda Aceh. Matanya menatap tiap sudut yang diisi pengunjung, kemudian didekatinya untuk menawar jasa menyemir sepatu.


Begitulah aktivitas Rian Saputra (13) setiap hari. Usai berstatus yatim piatu, hidupnya berubah 180 derajat. Rian jadi anak liar setelah ditinggal kedua orangtuanya yang raib ditelan musibah tsunami lima tahun silam. Bermodal sepeda hibah seorang dermawan dan sebuah kotak berisi perkakas semir sepatu, ia berpetualang dari satu warung ke warung lainnya di Banda Aceh, untuk mengais rezeki tiap hari. Pendidikannya pun rela dikorbankan.

"Nggak sekolah lagi," kata Rian.

Usai lulus di SD Muhammadyah Banda Aceh. Rian sempat melanjutkan ke SMP 17 Banda Aceh. Tapi beranjak naik kelas II, ia keluar dan memilih jadi penyemir sepatu. "Saya bisa beli apa yang saya suka dengan bekerja seperti ini," ujarnya.

Rian kerap dibayar Rp 5 ribu tiap sepasang sepatu yang ia semir. Ia menolak menyebutkan jumlah omset didapatnya sehari, bahkan kepada ibu angkatnya sekalipun. Rian asal Dusun Tongkol, Desa Ulee Lheu, Kecamatan Meuraksa, Banda Aceh. Saat tsunami menghujam Aceh 26 Desember 2004, kawasan itu lenyap. Sekitar 14 ribu warga di sana termasuk keluarga Rian jadi korban.

Selamat dari amuk ombak gergaji, Rian dibawa oleh orang yang tak dikenalnya ke Lhoksuemawe, Aceh. "Di sana dia disuruh kerja semir sepatu. Sempat bekerja beberapa bulan kemudian dia lari karena merasa dirinya mau dijual," tutur Nilawati (40) ibu angkat Rian saat di rumahnya. Terlunta-lunta di kota kaya minyak dan gas alam itu, Rian akhirnya diboyong seseorang ke Banda Aceh. Nilawati dan suaminya Salmi (45) menampung bocah malang itu di rumah kumuh miliknya di bantaran Krueng Daroy, Blower, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh sejak 2007.

Nilawati dan Salmi bukan keluarga berada. Untuk menutupi biaya hidup, keduanya bekerja menjaja makakan ringan dan membakar jagung saban sore di Pantai Ulee Lheu. Pendapatannya sehari jauh dari cukup. Keduannya memiliki enam anak. Kehadiran Rian di rumah berkontruksi kayu mirip gubuk itu jelas menambah beban biaya keluarga sangat sederhana itu. Tapi, Nilawati mengaku ikhlas menampung Rian. "Apa yang kami makan, kami kasih untuk dia. Rian sudah kami anggap anak kami sendiri, kami ikhlas, apalagi dia sudah yatim piatu," ujarnya.

Nilawati ikut membiayai Rian melanjutkan sekolahnya dan mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPA) seperti anak lain seusianya. Tapi, bocah itu lebih memilih bekerja. Hidup Rian yang keras, membuatnya tertutup. Ia tak mengungkap alasannya meninggalkan bangku sekolah. Bahkan ia juga enggan berkisah kehidupannya bersama keluarga kandung sebelum tsunami. "Malah saya sendiri tidak tau nama orangtua kandung dia itu siapa," kata Nilawati.

Ia juga tak mudah percaya kepada semua orang. Kalau belum dikenalnya, sulit diajak berbicara. Malah, ada beberapa yang mendekati Rian dan mengakunya orangtua bocah itu, tapi Rian menolak tak mau ikut. Tiga tahun bersama keluarga Nilawati beberapa orangtua asuh sempat mendekati Rian untuk diangkat menjadi anaknya. Tapi, Rian lebih memilih hidup di keluarga Nilawati. Ironinya, meski dia korban tsunami, Rian tak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah. Warisan orangtuanya juga tak diketahuinya. "Rian tidak pernah dapat bantuan. Kami tidak berharap dibantu, tapi setidaknya ada kepedulian Pemerintah," ujar Nilawati.

Selama Piala Dunia 2010 bergulir kehidupan Rian makin misterius. Ia jarang pulang ke rumah, kecuali untuk mengganti baju. Nilawati sendiri sulit mendeteksi keberadaan anak angkatnya itu. "Saya sudah nasihati dia, tapi memang Rian susah diatur jadi saya tidak tau harus berbuat apa. Saya nggak mau dia tersinggung," tuturnya. Mirisnya nasib Rian. Di saat anak seusianya mendapat pendidikan dan kehidupan layak, ia justru jadi bocah liar, bergerliya di jalanan.

Kamis malam, jam menunjukkan pukul 19.40 WIB. Di balik meja-meja pengunjung, Rian pelan hilang meninggalkan warung kopi di kawasan Taman Sari, Banda Aceh. Mendayung sepeda sambil menenteng sebuah kotak kayu, ia kembali melanjutkan petualangnya ke warung lain, menawarkan jasa, untuk kaki-kaki bersepatu.

Kisah Perjuangan Dhea, Bocah Pengamen Kereta

Kisah Perjuangan Dhea, Bocah Pengamen Kereta -
Seorang anak kecil mencari nafkah di sela-sela kereta yang melaju kencang, menawarkan nyanyian dari bibir mungil yang kering karena panas memanggang. Seorang anak yang seharusnya bermain dengan penuh kegirangan, dipaksa jaman untuk berdendang hanya mengharapkan selembar uang demi memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Dhea yang baru berumur 11 tahun, seorang pengamen stereo di KRL Ekonomi Jakarta-Bogor yang sudah sejak dalam kandungan terbiasa dibawa ibunya mengamen di kereta, sehingga akhirnya mengamen stereo di kereta menjadi jalan hidupnya.

Di Dalam Gerbong

Sepanjang gerbong-gerbong di dalam KRL Ekonomi Jakarta-Bogor inilah Dhea menghabiskan hari-harinya mencari sedikit penghidupan untuk dirinya dan keluarganya. 11 tahun sudah Dhea hidup di dunia ini, 11 tahun itu juga Dhea menghabiskan hari-harinya dari gerbong ke gerbong dalam kereta Jakarta – Bogor bersama keluarganya, mengamen untuk hidup.

Ayah dan ibu Dhea dulunya juga pengamen di dalam kereta, hingga akhirnya mereka berkeluarga dan mempunyai anak, mereka tetap mengamen karena hanya inilah yang mereka bias. Maklum ayah dan ibu Dhea tidak lulus sekolah dasar, sehingga mereka tidak punya keterampilan apa pun yang bisa dijadikan modal untuk mencari pekerjaan.

Terbiasa dibawa orang tuanya mengamen di dalam kereta, karena alasan bila membawa anak kecil pendapatan menjadi lebih besar, membuat pekerjaan ini seperti telah mendarah daging dalam diri Dhea dan saudara-saudaranya, tanpa disuruh apalagi dipaksa untuk mengamen, Dhea dengan senang hati menawarkan dirinya untuk mengamen sendiri membantu keluarganya, saudaranya yang lain pun begitu. Terhitung sejak masuk sekolah dasar, Dhea dan saudara-saudaranya sudah dilepas orang tuanya untuk mengamen sendiri di dalam kereta, dimulai dari Stasiun Kereta Cilebut, Stasiun Kereta Bogor hingga Stasiun Kereta Manggarai lalu kembali lagi ke Stasiun Kereta Cilebut, istirahat sebentar kemudianmengulang kembali rute tersebut sampai kereta terakhir dari Stasiun Kereta Bogor menuju Jakarta yang singgah di Stasiun Kereta Cilebut pada pukul 21.00 WIB barulah Dhea bisa beristirahat.


Sekarang ini orang tua Dhea tidak lagi mengamen di dalam kereta, mereka sudah punya sebuah warung kecil di peron Stasiun Kereta Cilebut, yang modalnya juga didapatkan dari hasil mengamen keluarganya selama bertahun-tahun yang ditabung sedikit demi sedikit. Terkadang orang tua Dhea masih mengamen, tapi bukan di dalam kereta lagi, melainkan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Bersama anak-anaknya mereka berangkat dari rumahnya di Cilebut mengendarai motor sampai Pasar Induk pada pagi-pagi buta pukul 02.00 WIB. Tapi untuk pekerjaan yang satu ini, biasanya hanya mereka jalankan satu kali seminggu, selebihnya mereka menjaga warung dan hanya mengawasi anak-anak turun-naik kereta untuk mengamen.

Tidak tahu kenapa, tapi sepertinya orang tua Dhea tidak khawatir anak-anaknya suatu waktu akan tertimpa kemalangan yang buruk dikarenakan pengawasan yang minim selama anak-anaknya mengamen hingga jauh ke Manggarai, padahal mereka sendiri tahu Dhea dan adiknya, Dhita, pernah dua kali dipreteli perhiasannya dan diambil uang hasil mengamennya oleh orang jahat berjilbab yang berpura-pura baik hati menawarkan makan siang. Dhea sendiri dan saudara-saudaranya juga terkesan tak mau ambil pusing dengan kejadian yang pernah menimpanya itu, padahal anak-anak jalanan seperti Dhea dan saudara-saudaranya merupakan ladang yang subur untuk kejahatan.

Dhea dan Amplop-amplop Angpaunya

Dhea sedang membagikan amplop yang digunakan sebagai wadah untuk tempat menaruh uang pemberian para penumpang kereta kepadanya. Amplop-amplop ini di depannya sudah ditulisi kata-kata yang dapat membangkitkan simpati penumpang kereta terhadapnya, sehingga mereka tidak segan mengeluarkan uang untuknya.

Berebut Rezeki
Tidak hanya Dhea yang menggantungkan mata pencahariannya dari gerbong ke gerbong di dalam kereta. Ada ratusan pedagang dan pengamen lainnya yang juga mencari nafkah di sini. Walaupun rezeki sudah ditentukan oleh Tuhan, tak dipungkiri di sini setiap harinya terjadi perebutan rezeki karena terlalu banyaknya yang menggantungkan penghidupannya di dalam gerbong kereta.

Ketika ditanya mau sampai kapan terus mengamen di dalam kereta, Dhea menjawab, "gak tau.." dengan pandangan yang kosong. Hanya kakaknya yang pertama dan yang kedua yang sudah berhenti mengamen. Yang pertama karena sudah menikah dan dilarang suaminya untuk mengamen lagi, sedangkan yang kedua berhenti mengamen karena katanya malu sudah besar masih saja mengamen dan akhirnya memilih untuk berdagang minuman saja di kereta. Dhea dan dua saudaranya yang lain masih setia mengamen stereo di dalam kereta. Mungkin dikarenakan keluarga Dhea sudah merasa bahwa dari pekerjaan inilah mereka dapat hidup, sehingga sulit bagi mereka melepaskan pekerjaan ini.

Dhea dengan Mainannya
Walaupun setiap harinya Dhea harus mengamen untuk membantu kehidupan keluarganya, namun pada hakikatnya Dhea tetaplah seorang anak berumur 11 tahun yang masih suka bermain. Maka dengan pendapatannya dari mengamen stereo di kereta, Dhea bisa meminta dibelikan apa saja kepada orang tuanya, termasuk sebuah otopet mainan yang dibeli dari hasil mengamennya, tempat bermainnya pun tak jauh-jauh dari lokasi pencarian nafkahnya, stasiun kereta.

Untuk pendapatan, setiap harinya dari Dhea saja biasanya dapat menghasilkan Rp 20,000,- s/d Rp 50,000,-. Belum lagi dari dua saudara Dhea lainnya. Uang hasil mengamen ini mereka berikan seutuhnya kepada orangtuanya untuk nantinya dipakai membayar sekolah, membeli buku pelajaran, jajan dan kebutuhan hidup mereka lainnya. Walaupun terkesan sulit, tapi ternyata hidup mereka tidak benar-benar sesulit yang kita bayangkan, terbukti dari barang-barang yang mereka miliki dari hasil mengamen ini, seperti motor, mainan baru, telepon genggam sampai rumah. Pantas mereka tidak mau melepas pekerjaan ini. Inilah pilihan hidup mereka sendiri, dengan Dhea di dalamnya.

Sabtu, 17 September 2011

Inilah Surat Pengakuan Dari Pelaku Pembant4ian Rawagede

image, images, gambar, foto, photos, inilah, surat, pengakuan, dari, pelaku, pambantaian, rawagede, all information

Inilah Surat Pengakuan Dari Pelaku Pembant4ian Rawagede - Sejarah baru telah tercipta bagi Indonesia, juga untuk bekas penjajahnya, Belanda. Pada Rabu 14 September 2011, Pengadilan Den Haag mengabulkan tuntutan keluarga korban kejahatan perang di Desa Rawagede, Jawa Barat. Belanda harus mengakui kesalahannya dan memberi kompensasi kepada keluarga korban.

Cerita duka dari pihak korban tentang pembantaian Rawagede telah tersebar: para lelaki yang dibantai diberondong senapan dari belakang, sungai yang merah dengan darah, tangis pilu janda dan anak-anak yang dengan tenaga seadanya berusaha menguburkan 431 jasad yang bergelimpangan, serta tentang bau mayat yang menyengat selama berhari-hari.

Bagaimana dari sisi pelaku?
Pembantaian Rawagede
Sebuah surat tanpa nama dikirim kepada Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) di Belanda. Pengirimnya mengaku seorang veteran perang yang mengaku ikut andil dalam tragedi yang terjadi pada 9 Desember 1947 silam itu.

Surat itu berisi penyesalan. "Sekarang aku siang malam teringat Rawa Gedeh, dan itu membuat kepalaku sakit dan air mataku terasa membakar mata," kata orang tersebut seperti dimuat Radio Netherland Siaran Indonesia.

"Terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek untuk melipat tangan di belakang leher, dan mata mereka yang terbelalak, ketakutan dan tak faham."
Pembantaian Rawagede
Berikut petikan surat itu:

Wamel Rawa Gedeh

"Namaku tidak bisa aku sebutkan, tapi aku bisa ceritakan kepada Anda
apa yang sebenarnya terjadi di desa Rawa Gedeh (Rawagede).

Anda tahu, antara tahun 1945 – 1949,
kami mencoba merebut kembali jajahan kami di Asia Tenggara.
Untuk itu dari tahun 1945 sampai 1949,
sekitar 130.000 tentara Belanda dikirim ke bekas Hindia Belanda,
sekarang Indonesia. Di sana terjadi berikut ini:

Di Jawa Barat, timur Batavia, di daerah Krawang,
ada Desa Rawa Gedeh. Dari arah Rawa Gedeh tentara Belanda ditembaki.
Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini
untuk dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain.

Saat malam hari Rawa Gedeh dikepung.
Mereka yang mencoba meninggalkan desa,
dibunuh tanpa bunyi (diserang, ditekan ke dalam air sampai tenggelam;
kepala mereka dihantam dengan popor senjata, dll)
Pembantaian Rawagede
Jam setengah enam pagi, ketika mulai siang, desa ditembaki dengan mortir.
Pria, wanita dan anak-anak yang mau melarikan diri
dinyatakan patut dibunuh: semuanya ditembak mati. Jumlahnya ratusan.

Setelah desa dibakar, tentara Belanda menduduki wilayah itu.
Penduduk desa yang tersisa lalu dikumpulkan, jongkok,
dengan tangan melipat di belakang leher.
Hanya sedikit yang tersisa. Rawa Gedeh telah menerima 'pelajarannya'.

Semua lelaki ditembak mati--kami dinamai 'Angkatan Darat Kerajaan'.

Semua perempuan ditembak mati--padahal kami datang dari negara demokratis.

Semua anak ditembak mati--padahal kami mengakunya tentara yang Kristiani.

Sekarang aku siang malam teringat Rawa Gedeh,
dan itu membuat kepalaku sakit dan air mataku terasa membakar mata,
terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek
untuk melipat tangan di belakang leher,
dan mata mereka terbelalak, ketakutan dan tak faham.
Pembantaian Rawagede
Aku tidak bisa menyebut namaku,
karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu."

Jumat, 16 September 2011

Pidato Pelantikan Abu Bakar Ash Shiddiq Sebagai Khalifah

Pidato Pelantikan Abu Bakar Ash Shiddiq Sebagai Khalifah - Selepas dibai’at, Abu Bakar rodhiyallohu’anhu mulai berpidato setelah memuji Alloh Pemilik segala pujian, ” Amma ba’du, para hadirin sekalian, sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pemimpin atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Alloh. Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya.
Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Alloh kecuali Alloh akan timpakan kepada mereka kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian tersebar di tengah suatu kaum kecuali adzab Alloh akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah aku selama aku mematuhi Alloh dan RosulNya. Namun, jika aku tidak mematuhi keduanya maka tidak ada kewajiban taat atas kalian terhadapku. Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan sholat, semoga Alloh merahmati kalian”.(Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah; Ibnu Katsir, Al Bidayah Wan Nihayah)

Alangkah indahnya kata-kata yang keluar dari mulut beliau yang mulia. Kita sangatlah merindukan sosok pemimpin seperti beliau di masa sekarang ini. Sungguh berbeda keadaannya dengan pemimpin yang ada sekarang.Coba bandingkan pidato pelantikan yang disampaikan oleh pemimpin-pemimpin yang ada di masa sekarang ini dengan pidato beliau di atas. Jauh sekali perbandingannya..

Bersama Kita Jelang Surga, Insya Alloh…

Bersama Kita Jelang Surga, Insya Alloh… - Sejak kecil aku mengenalmu, karena kau tetangga dekatku. Namun tak pernah terbayang kau akan menjadi pendamping hidupku.

Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek, Biasa saja. Engkau juga tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman-temanmu.Namun kesehajaan itulah yang justru mengusik hatiku, sehingga kuputuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa.

Engkau bukan anak yang berpangkat, juga bukan keturunan ningrat. Tapi aku tak peduli, yang kuutamakan bukan itu. Tetapi raga yang selalu menutup aurat dan jiwa yang selalu mengutamakan akhirat. Tekadku sudah bulat, kan kupinang dirimu dalam waktu dekat.

Saat itu engkau baru lulus SMA. Tak kusangka engkau akan menerima dengan tangan tebuka. Bahkan, demi aku, engkau rela mengorbankan keinginanmu untuk mencicipi bangku kuliah. Semua gurumu pun menyayangkan hal itu, karena menurut mereka engkau termasuk murid yag cerdas. Tapi entah mengapa, engkau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Sujud syukurku kepada Alloh, alhamdulillah. :berduka
Semua serasa begitu mudah, dan kita pun menikah. Saat itu usiaku baru 25 tahun, sedangkan usiamu baru 19 tahun. Memang masih terlalu muda untuk kalangan umum, tetapi ternyata engkau berani mengambil keputusan itu. Engkau berani mengakhiri lajangmu di usia yang sedini itu. Aku pun semakin kagum padamu.

Sejak menikah hingga kini, belum pernah engkau mengeluh tentang keadaan yang kita alami. Padahal engkau tahu sendiri, penghasilanku yang tak seberapa, kadangkala tak seimbang antara pemasukan dan kebutuhan. Sering kita harus menekan beberapa keinginan karena memang kita tidak sanggup menggapainya. Namun tak pernah kulihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena itu.
Masih teringat ketika pertama kali kita arungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil. Sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada. Tapi, engkau begitu cerdik. Seongkok pakaian kita yang masih tersimpan di dalam tas usang kau keluarkan. Engkau lipat, kemudian kau tumpuk dua hingga tiga pakaian, lalu kau bariskan sedemikian rupa hingga menyerupai kasur. Kemudian engkau bentangkan kerudung lebarmu laksana seprei permadani menyelimuti kasur indah kita. Engkau tersenyum dan mempersilahkan aku tidur. Kutatap wajahmu, kubalas senyummu dengan genangan air mata haru.

Bersamamu, bergulirnya waktu terasa begitu cepat. Hari-hari berlalu selalu terasa begitu indah. Kekurangan materi yang menemani kita setiap hari, seakan bukan merupakan beban manakala kita senantiasa ikhlas. Denganmu, begitu banyak pelajaran yang aku petik.

Ketika setahun usia pernikahan kita, tujuh bulan sudah usia kehamilanmu. Aku begitu panik ketika engkau mengalami pendarahan, tapi engkau begitu tenang, tak gugup sedikit pun. Padahal dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu kau tengah menahan rasa sakit yag luar biasa. Segera kubawa ke bidan, dan dia bilang ini tanda-tanda mau melahirkan.

Jam dua belas tengah malam, ketika semua insan terlelap dengan mimpi-mimpinya. Anak pertama kita lahir, prematur. Ah… betapa bahagianya aku, kucium kenigmu berulang kali. Kudengar kau berbisik, “Bi…, aku lapar”. Tersentak aku mendengarnya. Ya, seharian tadi engkau tidak memasak dan tak makan karena sudah merasakan sakit sejak kemarin. Sedangkan sore tadi aku hanya beli sebungkus nasi di warung dan sudah kulahap habis, sebab tadi ketika kutawari kau tak mau. Tak ada roti, tak ada jajanan, tak ada apa pun untuk mengganjal perutmu. Mau beli, seluruh toko dan warung sudah pada tutup. Akhirnya, kusodorkan segelas air putih yang disuguhkan bidan untukmu. Dan engkau pun tak menuntut lebih dari itu. Kembali menggenang air mata di pelupuk mataku menyaksikan kebahagian yang tersirat di wajahmu. Ya, bayi mungil kita yang nampak sehat dan berbahagia menjadikanmu lupa lapar dan dahaga.

Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah. Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam kehidupan yang selalu sederhana, tapi kita tak pernah mengeluh. Engkau juga tak pernah menuntut dunia dariku, tak pernah minta ini dan itu sebagaimana para istri kebanyakan. Beli pakaian saja, mungkin tiga atau empat tahun sekali. Perhiasan? Kau tak pernah mengenalnya. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa berhutang saja bagimu sudah lebih dari cukup.

Sungguh, aku beruntung sekali memilikimu. Engkaulah sebenarnya perhiasan itu. Semoga engkau selalu tegar mendampingiku, hingga kita jelang surga bersama-sama. Insya’ Alloh.

Buat istriku, aku tahu engkau punya impian. Maafkan aku yang hingga kini belum mampu mewujudkan impianmu.

(Abu Al-Ayyubi)

Kisah Nyata Melegenda Yang Mengharukan Dari Jepang

Kisah Nyata Melegenda Yang Mengharukan Dari Jepang -
Ini tentang Hachiko,seekor akita inu yang lahir tahun 1923 di Jepang. Awalnya dia dipelihara ma seorang profesor bernama profesor Hidesaburo Ueno. Karena sang prof biasa naek kereta lewat stasiun shibuya tiap pukul 7 pagi en pulang pukul 5 sore, Hachiko selalu nganter tuh prof pagi2 en balik pukul 5 buat jemput di depan stasiun.Kebiasaan ini berlangsung selama 3 tahun hingga pada tanggal 23 Mei 1925 sang profesor meninggal saat mengajar.

Hachiko yang gak ngerti kalo sang majikan dah wafat terus nunggu di depan stasiun selama 9 tahun.Dengan memilih tidur di bawah gerbong kereta rusak dan makan dari belas kasihan orang-orang di stasiun.

Hachiko selalu balik ke stasiun itu berapa kalipun dia dibawa en diadopsi sama orang2 terdekatnya prof.Hingga akhirnya pada tanggal 8 Maret 1935 tubuh Hachiko ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir jalanan stasiun shibuya. Sebagai penghargaan akan loyalitasnya sebuah patung perunggu sekarang dipajang di depan stasiun shibuya dan diletakkan persis pada posisi di mana dia selalu nunggu majikannya setiap hari di depan stasiun.

TKW Sarjana, Majikan Malaysia Dapat Award

image, images, gambar, foto, photos, TKW, sarjana, majikan, dapat, Award, all information

TKW Sarjana, Majikan Malaysia Dapat Award - Pasangan majikan asal Malaysia mendapatkan penghargaan F&N Outdo Yourself Award (OYA), karena mengizinkan pembantunya, tenaga kerja wanita asal Indonesia kuliah, bahkan meraih gelar sarjana.

Pasangan Tan Choo Tang (56) dan istrinya, Wee Phooi Kuan (47) mengatakan, mereka memutuskan untuk mengizinkan pembantunya, Sarmini Muhyadi (28) melanjutkan studinya, untuk membantu meningkatkan kehidupannya. Sarmini yang asal Banyumas, Jawa Tengah lulus dari Open University Malaysia -- semacam universitas terbuka.

Kerja keras terbayar, saat Sarmini diwisuda dan menerima ijazah Juni lalu. Kini ia tak lagi menjadi TKW, namun bekerja di sebuah perusahaan swasta, memegang jabatan penting. Dana yang dikeluarkan untuk membiayai kuliah Sarmini hingga lulus sebesar 5.000 ringgit atau sekitar Rp14,4 juta. Majikan baik hati itu juga ikut menanggungnya.

Menurut Tan Choo Tang, ia dan istrinya dari awal yakin, Sarmini memiliki potensi untuk maju. "Dia seorang pekerja keras," kata dia, seperti dimuat The Star, Kamis 15 September 2011. "Kami mendukungnya selama empat tahun, agar jangan sampai dia menyerah."

Sarmini hanya kuliah pada hari Minggu, setiap dua minggu sekali. Setiap hari dia bekerja dan baru pada setelah pukul 21.00 dia belajar untuk keperluan kuliahnya dan pagi hari setelah mengantar anak majikan ke sekolah

Pasangan mulia ini adalah satu dari tujuh penerima penghargaan. Penerima yang lain, Jonathan Jobal (14) patut dipuji karena aksinya yang berani, menyelamatkan sepupunya dari kebakaran.

Di tengah kisah tragis pekreja migran asal Indonesia di luar negeri, kisah sukses Sarmini, menjadi sarjana di negeri jiran bagai angin sejuk.

10 Dokter Terkejam Terhadap Para Pasiennya

10 Dokter Terkejam Terhadap Para Pasiennya -
10 Jack Kevorkian


merupakan seorang ahli patologi yang kontroversial. Ia dilahirkan di Pontiac, di negara bagian Michigan, Amerika dari orang tua yang berdarah Armenia - Amerika. Ia terkenal dalam membantu hak untuk mati dari pasien terminal dengan cara "bunuh diri berbantuan" dan mengklaim bahwa ia telah mebantu sebanyak 130 pasien dalam mengakhiri hidupnya.

Pernyataannya yang sangat terkenal yaitu : " kematian adalah bukan perbuatan kriminal" . Banyak yang mengira bahwa julukan Dr Death ( Dr Kematian) diberikan kepadanya sehubungan dengan kegiatannya tersebut, namun sewaktu diwawancarai dalam acara "Larry King Live" pada bulan Juni 2007 , ia mengatakan bahwa julukan tersebut disandangnya oleh karena pekerjaannya sebagai seorang ahli patologi yang banyak melakukan otopsi.

Ia dituntut hukuman penjara selama 10-25 tahun dan dijatuhi hukuman penjara selama 8 tahun. Ia mulai menjalani hukuman penjara pada tahun 1999 atas tuduhan melakukan kejahatan pembunuhan tingkat dua pada tahun 1998 dengan cara meracuni Thomas Youk, 52 tahun, dari Oakland County , Michigan.

09. walter freeman
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Meskipun bukan doktor yang normal, Walter Freeman adalah seorang ahli saraf yang lulus dari Yale dan University of Pennsylvania Medical School. Bahkan meskipun ia tidak berangkat dengan niat jahat, Freeman menyelesaikan lebih daripada 3.500 lobotomi di AS, terutamanya Rosemary Kennedy dan banyak lainnya. Sementara hari ini lobotomi jarang digunakan, Freeman membantu untuk menyempurnakan mereka dan membuat kemasyhuran selepas mampu menyelesaikan mereka berjaya dan “menyembuhkan” pasien. Namun, Freeman tampaknya menjadi sangat bersemangat; menggunakan pemecah es daripada dapur untuk menyelesaikan Lobotomi, menyelesaikan lebih daripada 20 lobotomi dalam satu hari tanpa menggunakan seorang doktor bedah, dan bahkan membolehkan media untuk menonton Lobotomi dilakukan yang pada akhirnya berakhir dalam kematian , sebagai pemecah es menyelinap ke otak pesakit. Percaya atau tidak, sepertinya Freeman unbothered oleh kematian manusia dan meneruskan untuk melakukan operasi lain.

08. Harry Howard Holmes (Herman Mudgett)
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Herman Webster Mudgett (1860-1896) yang dikenal sebagai Dr. Harry Howard Holmes telah membunuh sekitar 150 wanita muda, namun ia mengaku "hanya" membunuh 27 orang. Dia menyewakan kamar-kamar di "istana" miliknya di Chicago, yang sebenarnya adalah sebuah rumah horor. Di sana dibuatkannya lorong-lorong rahasia yang berkelok-kelok menembus dari suatu ruangan ke ruangan lainnya, setiap kamar juga dilengkapi dengan lift rahasia, setiap kamar tidur dibikin kedap suara, kolam-kolam asam (barangkali untuk melumatkan mayat), kamar gas, suatu meja pembedahan yang dilengkapi dengan alat meregangkan tubuh manusia, krematorium pribadi, dan suatu gudang bawah tanah (bunker) yang sangat besar dimana ditemukan banyak bagian tubuh manusia yang terpotong-potong. Ia menjual tulang rangka dari korban-korbannya tersebut kepada sekolah-sekolah kedokteran. Korban-korbannya digantungnya selama 10 menit sebelum mati.

07. Arnfinn Nesset
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Arsip paling mematikan di norwegia. arnfinn adalah seorang juru rawat dan telah membunuh 138 pasien. Pada tahun 1977 Arnfinn menjadi direktur Home Orkdal Perawatan Valley. Ketika ia mengambil jabatannya, jumlah pasien yang tidak biasa mulai sekarat. Tak seorang pun yang dicurigai sampai 1981 ketika seorang karyawan melihat pembelian dalam jumlah besar curacit, turunan dari curare beracun yang digunakan sebagai relaksasi otot.

Polisi membawa Arnfinn, orang yang bertanggung jawab atas pembelian curacit itu, untuk ditanyai. Pertama dia mengaku membeli obat untuk membunuh anjing liar di sekitar rumah jompo. Lalu, tak terduga, dia mulai mengaku membunuh 27 pasien. Pada satu titik ia berseru "Aku telah membunuh begitu banyak saya tidak bisa mengingat mereka semua."

06. Carl Clauberg
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Carl Clauberg adalah salah satu daripada banyak doktor yang melakukan eksperimen di banyak kamp konsentrasi Nazi, khususnya Auschwitz. Selepas menerima pangkat ketua doktor dan mempelajari ginekologi, ia menjadi profesor ginekologi di Universiti Königsberg. Setelah menjadi Nazi pada tahun 1933, Clauberg, pada 1942, mendekati Heinrich Himmler dan menyarankan percobaan tentang sterilisasi massal untuk perempuan. Himmler setuju dan ditugaskan Clauberg ke Block nomor 10 di kamp.

Clauberg sangat ingin untuk mencari yang murah dan mudah untuk mensterilkan perempuan. Sering kali dia menggunakan asam cair yang disuntikkan ke dalam rahim wanita. Para wanita yang indung telur mengalami kerusakan telah dihapuskan dan kemudian diantar ke Berlin untuk kajian lanjut. Kadang-kadang pesakit dibunuh supaya autopsi yang akan dilakukan. Dikatakan bahawa 300 orang perempuan sedang melakukan percobaan pada selama waktu ini. Clauberg akhirnya ditangkap, dibebaskan, dan ditangkap lagi, tetapi meninggal sebelum diadili.
05. John Bodkin Adams
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

John Bodkin Adams (21 Januari 1899 - 4 Juli 1983) adalah orang Irlandia kelahiran Inggris. Dokter umum yang divonis sebagai seorang penipu dan diduga melakukan pembunuh berantai. Antara tahun 1946-1956, lebih dari 160 pasiennya meninggal secara mencurigakan. Dari jumlah tersebut, 132 pasien yang meninggal mewariskannya uang atau barang mereka. Ia diadili dan dinyatakan tidak bersalah atas pembunuhan terhadap satu pasien pada tahun 1957.

Namun Adams dinyatakan bersalah dalam persidangan berikutnya, 13 pelanggaran mengenai resep penggunaan obat, berbohong atas formulir kremasi, menghalangi polisi dalam pencarian dan gagal dalam menyimpan obat-obatan berbahaya. Dia telah dihapus dari Daftar Kedokteran pada 1957 dan diberi wewenang kembali pada tahun 1961 setelah dua aplikasi sebelumnya gagal.

04. Harold Shipman
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Harold Shipman bisa dibilang merupakan pembunuh berantai terbesar yg pernah ada bila merujuk pada jumlah korbannya. Jumlah korbannya mencapai 215 orang (menurut perkiraan polisi bahkan bisa mencapai 400 orang lebih jika cukup bukti), dan mungkin satu-satunya orang yg jumlah korbannya melebihi Shipman hanyalah Elizabeth Bathory. Korban-korban dari Shipman kebanyakan adalah wanita lansia yg sebenarnya merupakan pasiennya. Metode pembunuhannya umumnya dengan cara suntik mati atau pemberian obat-obatan berbahaya kepada sang pasien. polisi menemukan bahwa para pasien itu meninggal karena pemberian obat-obatan diamorfin (semacam heroin) yg berlebihan, bukan karena sakit atau ketuaan seperti yg tertulis dalam sertifikat kematiannya.

03. Michael Swango
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

lahir di Tacoma, Washington 21 oktober 1954. Seorang dokter psikopat menjadi pembunuh berantai. Tiga puluh lima orang pasien tewas diracun. Sejumlah paramedis juga ikut menjadi korbannya. FBI menyatakan sang dokter bertanggung jawab atas enam puluh pembunuhan. Ia dijuluki sebagai Dokter Pencabut Nyawa.

Tiada yang percaya bahwa seorang dokter muda yang tampan bisa menjadi seorang pembunuh berantai. Di mana pun ia praktik, Dr. Michael Swango tampak seperti seorang dokter ideal. Hingga kemudian nyawa para pasiennya mulai melayang secara misterius. Namun anehnya, ia selalu bisa lolos dari tuduhan pembunuhan.

Saat tidak ada lagi rumah sakit di Amerika Serikat yang mau mempekerjakannya, Swango praktik di sebuah rumah sakit di Zimbabwe, Afrika. Korban pun kembali berjatuhan. Selama lima belas tahun bergelut dengan dunia kedokteran, Swango diyakini telah menghilangkan ratusan nyawa.

Michael Swango, dokter yang terobsesi dengan kematian yang sadis, adalah pembunuh berantai terkejam dan paling banyak memakan korban dalam sejarah Amerika. Di setiap tempat, pasien-pasien Swango mati secara misterius

02. Shiro Ishii
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Beberapa dari sekian banyak kekejaman yang dilakukan oleh Ishii dan yang lain di bawah komandonya di Unit 731 meliputi: pembedahan makhluk hidup hidup orang (termasuk wanita hamil yang dihamili oleh dokter), tahanan dengan kaki diamputasi dan dipasang ke bagian lain dari tubuh mereka, sejumlah tawanan dibuat beku anggota tubuhnya dan dicairkan untuk mempelajari hasil gangren yang tidak diobati. Manusia juga digunakan sebagai kasus uji hidup untuk pelempar granat dan nyala api. Tahanan disuntik dengan inokulasi penyakit, dengan disamarkan sebagai program vaksinasi, untuk mempelajari efek mereka. Untuk mempelajari efek penyakit kelamin yang tidak ada obat, tawanan laki-laki dan perempuan sengaja diinfeksi dengan sifilis dan gonore melalui perkosaan, lalu dipelajari. Setelah diberikan kekebalan oleh Otoritas Pendudukan Amerika pada akhir perang, Ishii menghabiskan waktunya dalam penjara untuk kejahatannya dan meninggal pada usia 67 akibat kanker kerongkongan.

01. Josef Mengele
image, images, gambar, foto, photos, dokter, terkejam, terhadap, para, pasien, all information

Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah kajian pada anakkembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah. Ia mengawasi sebuah operasi di mana dua anak-anak Gipsi dijahit menjadi satu untuk menciptakan kembar siam, tangan anak-anak menjadi sangat terinfeksi di mana urat-urat mereka telah rusak. Mengele sangat fanatik dengan darah dari anak kembar, terutama yang kembar identik Dia dilaporkan mengambil darah mereka sampai mati.oseph Mengele menjadi termasyhur karena menjadi salah satu dokter SS yang mengawasi pemilihan tahanan yang datang, menentukan siapa yang harus dibunuh dan siapa yang menjadi buruh paksa, dan untuk melakukan eksperimen manusia di kamp tahanan tersebut, diantara orang-orang yang mengenal Mengele sebagai “Malaikat Maut.”

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger