Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Album - Album Rock Alternatif Terbaik Di Tahun 90-an

Album - Album Rock Alternatif Terbaik Di Tahun 90-an -
Era 90-an adalah era kesederhanaan dan keterbukaan dalam mengekspresikan musik, bahkan bernyanyi dengan tiga kord gitar tidak menjadi masalah. Kebangkitan musik rock dunia di mulai oleh gebrakan inovasi Kurt Cobain, Dave grohl, dan Kriss Novoselic dengan Nirvana-nya. Saat itu kaum muda bosan dengan musik new wave, post punk, punk, bahkan heavy metal ataupun trash metal dengan vokal yang menjerit atau menggeram.

Berikut ini adalah Album Rock Alternatif terbaik pada era 90-an.. Enjoy !!

1. Nirvana – ‘Nevermind’
Album Nevermind, adalah buah karya sebuah kelompok musik asal Seattle, Nirvana. Diluncurkan pada September 1991, kehadirannya bahkan menjatuhkan popularitas dan tangga lagu album Dangerous milik sang King of Pop, mendiang Michael Jackson. Secara industri sebelum Kurt Cobain memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Nirvana meluncurkan album In Utero pada 1993, dan bubar.

2. Radiohead – ‘OK Computer’
Sepertinya band ini lebih dikenal dengan one hit wondernya, seperti Creep dari album debutnya Pablo Honey pada tahun 1992. Namun mereka membuktikan kecerdasan dan kecerdikan mereka melalui album OK Computer yang diluncurkan pada tahun 1997.

3. Pearl Jam – ‘Ten’
Beberapa minggu sebelum Nirvana meluncurkan album Nevermind, pada September 1991, band sekota mereka, Pearl Jam meluncurkan album Ten. Bahkan Pearl Jam meluncurkan tiga video klip sekaligus masing-masing untuk lagu, “Jeremy”, “Even Flow”, dan “Alive”. Sehingga stasiun televisi MTV di Amerika bahkan di dunia, diramaikan oleh nuansa musik Seattle, atau lebih dikenal dengan grunge.

4. U2 – ‘Achtung Baby’
U2 merupakan sebuah band yang digawangi Bono, the Edge, Adam Clayton, dan Larry mullen Jr, pemuda asal Irlandia. Mereka mengerjakan album Achtung Baby di Kota Berlin pada tahun 1990. Pada sebenarnya mereka kepergian mereka ke Kota Berlin adalah untuk merekam sebuah soundtrack untuk film Rattle and Hum, namun mereka dengan berani membuat sebuah album, yang telah dipersiapkan sebelumnya.

5. Oasis – ‘(What’s The Story) Morning Glory?’
Sebuah kebangkitan musik pop rock Inggris, atau lebih dikenal dengan sebutan British Rock, bahkan ketenaran mereka disamakan dengan the Beatles. Oasis sebuah band yang penuh dengan sensasi dan kontroversi, mereka mengeluarkan album ‘(What’s The Story) Morning Glory? Pada tahun 1995. Penjualan album mereka menyamai penjualan album Sgt. Pepper Lonely Hearts Club Band nya the Beatles dan Greatest hits nya Queen. Beberapa hits dari album ‘(What’s The Story) Morning Glory?, adalah Wonderwall dan “Champagne Supernova”.

Jumat, 23 September 2011

Suguhan Dahsyat Linkin Park A Thousand Suns World Tour!

image, images, gambar, foto, photos, suguhan, dasyat, linkin park, a thousand suns world tour, all information

Suguhan Dahsyat Linkin Park A Thousand Suns World Tour! - Cabikan gitar nan garang Brad Delson, bersandingkan dengan lengkingan vokal prima Chester Bennington sungguh sangat memukau. Tak mau kalah, gebukan drum Rob Bourdon pun beriringan dengan aksi ciamik Joseph Hahn dalam memainkan turn table miliknya. Begitupun dengan Dave 'Phoenix' Farrell yang memberikan sentuhan menawan dalam betotan bass-nya.

Aksi Linkin Park dalam konser bertajuk A Thousand Suns: World Tour 2011 ini memang memukau dengan dukungan konsep panggung dahsyat. Dari segi tata suara, promotor Big Daddy memang tak tanggung-tanggung. Mereka rela menggelontorkan biaya super mahal untuk mengimpor sound system dan peralatan seberat 20 ton dari Kanada. Alhasil, konser Linkin Park yang kedua kalinya di Jakarta ini terbilang fantastis dari segi suara.


Tak hanya itu, efek visual dan layar LCD raksasa berukuran 16 x 6 meter sebagai backdrop-stage, tentunya sangat mendukung bagi aksi panggung Mike Shinoda dkk. Juga dengan 2 LCD berukuran tak kalah besar dari backdrop-stage.

Tata lampu pun terlihat maksimal meski terkesan sederhana bagi konser sekelas Linkin Park. Namun hal tersebut tak menjadi hal yang berarti, apalagi dengan adanya video mapping dari awal sampai akhir konser.

"Pokoknya keren abis konsernya, nggak rugi lah," ujar Fahmi, seorang penonton di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat (21/9).

Tentunya, aksi Linkin Park di konser yang bertujuan untuk mempromosikan album terbaru yang baru dirilis 2010 tahun lalu ini bisa membayar harga tiket yang dibandrol mulai dari Rp 550 ribu untuk sides section, Rp 750 ribu untuk mid section, Rp 1 juta untuk kelas green, Rp 1,2 juta untuk festival, Rp 1,9 juta untuk kelas blue, dan Rp 2,5 juta untuk kelas yellow.

Jumat, 16 September 2011

5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia

5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia -
Munculnya grup-grup baru menambah warna musik Indonesia. Namun di tengah semakin mudahnya grup band muncul ke permukaan, beberapa grup di tanah air ini diyakini menjadi pilar kokohnya musik tanah air. Memang grup-grup band berikut bukan awal kelompok musik yang ada di Indonesia, tetapi pengaruhnya dianggap luar biasa di Indonesia dari aliran, semangat dan jenis musik yang di usungnya, serta menjadi tiang pancang di eranya masing-masing. Berikut adalah 5 grup band yang dianggap bagian penting dari sejarah perjalan musik Indonesia :

1. The Tielman Brothers

Grup band Indonesia-Belanda ini pernah meraih sukses di pasar Eropa di era 1950-an. Bahkan ketenarannya bersama aliran rock n’ roll ini jauh sebelum The Rolling Stones dan The Beatles berjaya, Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda.


The Tielman Brothers dengan personelnya, Andy (vokal, gitar), Reggy (gitar, banjo, vokal), Ponthon (Contrabass, gitar, vokal), Herman Lawrace (drum), Janette Loraine (Vokal) dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles.


Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah memopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimmi Hendrix, Jimmy Page dan Ritchie Blackmore. The Tielman Brothers pernah tampil di hadapan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.


2. Koes Plus

Sebelumnya berdiri dengan nama Koes Bersaudara, dan tetapkan menjadi Koes Plus pada 1969 dan melejit di era-70an. Karya pelopor musik pop dan rock and roll di Indonesia ini terkenal abadi. Terbukti banyak grup baru membawakan lagu-lagunya dan dimasukan dalam sebuah album. Wajar jika Koes Plus merupakan raja sekaligus kiblat musik lantaran berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 album. Personel terakhir saat bernama Koes Plus adalah Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Kasmurry atau yang lebih dikenal dengan nama Murry.


3. God Bless

Grup band ini mampu bertahan hingga industri musik di Indonesia memasuki era modern, seperti tahun 2000. Prestasi paling fenomenal terjadi di tahun 1970 saat God Bless terpilih mejadi band pembuka grup rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta tepatnya tahun 1975. Didirikan dengan nama Crazy Wheels oleh Ahmad “Iyek” Albar bersama Donny Fattah, Fuad Hasan dan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf grup Iyek di Belanda) dan berganti nama menjadi God Bless, 5 Mei 1973.


Grup yang dianggap bapanya grup rock di Indonesia ini, terkenal sering gonta-ganti personel. Single Semut Hitam dianggap lagu paling dikenal. Saat ini God Bless di isi, Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (keyboard). God Bless telah menelurkan enam album, God Bless (1975), Cemin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997) dan 36th (2009), serta tiga album kompilasi, The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992) dan The Greatest Slow Hits (1999).


4. Slank

Awalnya lahir dengan nama Cikini Stones Complex. Sesuai dengan nama grup, musik yang dibawakannya milik Rolling Stones. Kejenuhan dalam mengusung lagu milik orang lain membuat sang pentolan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) membentuk grup baru pada 26 Desember 1983 dengan nama Slank.


Awal formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard), Slank membuka khasanah musik Indonesia dengan konsep yang dianggap berani yaitu rock and roll dan blues. Padahal pada saat itu, nuansa rock masih kental. Sedangkan warna yang ditawarkan Slank tidak komersial.

Namun loyalitas Slankers menjadikan Slank diyakini sebagai grup dengan fans terbanyak. Slank juga diyakini sebagai grup dengan bayaran termahal dengan 500 juta rupiah pershow. Setelah personelnya terlepas dari narkoba Slank semakin berjaya hingga melahirkan 17 album studio, empat album live dan tiga album bertema film. Kini Slank berpersonel Bimbim (drum), Kaka (vokal), Mohammad Ridwan Hafiedz atau Ridho (gitar), Abdee Negara (gitar) dan Ivanka (bass). Bersama formasi inilah Slank pernah tur Amerika.


5. Pas Band

Diyakini sebagai grup underground pertama di Indonesia yang mampu menembus rekaman bersama major label ternama. Padahal dengan konsep musik jauh dari komersial yaitu rock, hip hop dan punk, Pas Band dianggap tak akan berhasil. Militansi melalui konser dari panggung ke panggung, grup yang lahir di Kampus Universitas Padjajaran (Unpad) pada 1989 ini menjadikan Pas Band lebih matang.


Dengan formasi awal Yukie (vokal), Bengbeng (gitar), Trisno (bass) dan Richard Muttler (drum), mulai 1990 Pas Band semakin berkibar dan 1993 mengeluarkan mini album EP dengan single Four Through The Sap melalui indie label. Sejak album kedua In (No) Sensation (1995) Pas Band digandeng Aquarius Musikindo. Pada album keenam PAS 2.0, Pas Band tampil dngan materi baru dengan masuknya Sandy (drum/eks U’Camp) menggantikan Richard. Hingga kini Pas Band telah mengeluarkan 8 album dan pernah tampil bareng Foo Fighter, Beastie Boys, dan Sonic Youth.

Linkin Park: Kami Lebih Dekat dengan Penggemar di Luar Amerika

image, images, gambar, foto, photos, Linkin Park, kami, lebih, dekat, dengan, penggemar, di luar, amerika, all information

Linkin Park: Kami Lebih Dekat dengan Penggemar di Luar Amerika - Tak terasa sebelas tahun telah berlalu sejak band rap metal asal Amerika Linkin Park merilis album perdana mereka yang sukses besar di seluruh dunia: Hybrid Theory. Sempat dicap sebagai band musiman dengan jenis musik yang tak bertahan lama, band yang beranggotakan Chester Bennington (vokal), Mike Shinoda (vokal), Rob Bourdon (drum), Brad Delson (gitar), Dave Farrell (bass), dan Joe Hahn (DJ) ini membuktikan bahwa mereka masih berjaya, lewat album baru berjudul A Thousand Suns.

Yahoo! Indonesia OMG! berkesempatan berbincang dengan Brad Delson lewat sambungan telepon, satu minggu sebelum Linkin Park datang ke Indonesia untuk menggelar konser di stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 21 September 2011. Ini akan jadi kali kedua Linkin Park menghibur penggemarnya di Indonesia setelah kunjungan pertama mereka ke Jakarta tahun 2004 lalu.

Dalam obrolan singkat ini, Brad bercerita tentang betapa pentingnya penggemar di luar Amerika Serikat bagi mereka. Ia juga menjelaskan alasan mengapa kita tak bisa lagi menyebut Linkin Park sebagai band rap metal.

Ini akan jadi kunjungan kalian yang kedua kalinya ke Jakarta. Apa yang kalian harapkan?
Saya ingat, di kunjungan kami yang pertama, kami sangat bersenang-senang di Jakarta. Konsernya berjalan dengan sangat baik. Jadi kami senang sekali bisa kembali ke Indonesia dan berbagi lagu-lagu di album A Thousand Suns dengan penggemar di Indonesia.

Di website Linkin Park, kalian meng-upload sebuah blog video mengumumkan konser di Jakarta. Blog itu juga kalian tulis dengan Bahasa Indonesia. Sepenting apa sih penggemar di Indonesia bagi kalian?
Sejak awal kami bermusik, salah satu tujuan kami adalah membagi musik kami kepada pendengar di luar Amerika Serikat. Kami sudah lebih dari sepuluh tahun berkeliling dunia, dan hampir di setiap negara kami merasa seperti band lokal. Sambutan penggemar kepada kami sangat hangat sampai-sampai kami merasa sebagai band lokal. Bahkan dukungan mereka lebih kuat dibanding penggemar di Amerika Serikat. Kami pun merasakan koneksi dengan kalian lebih kuat dengan yang kami rasakan dengan penggemar di kampung halaman kami sendiri.

Kalian sudah tiga kali mengisi soundtrack film Transformers. Apa kalian memang suka film itu?
Kami merasa ada ikatan yang kuat antara Transformers dengan musik kami. Apalagi kami semua punya mainan robot Transformers waktu kecil. Sebelum film pertama Transformers dibuat, kami sudah bertemu dengan orang-orang di balik film itu dan membicarakan kemungkinan untuk melakukan kerjasama. Kerjasama yang kami lakukan sangat kuat, bahkan bagi kami lebih terasa seperti pernikahan antara Linkin Park dengan Transformers. Berkat kerjasama ini pula kami bisa memperkenalkan musik Linkin Park kepada banyak orang yang mungkin awalnya tak mendengarkan musik kami.

Film Transformers mana yang paling kamu suka?
Kalau bicara tentang special effect, jelas film pertama. Teknologi yang mereka gunakan sangat ground-breaking, belum pernah dilakukan oleh film-film lain sebelumnya. Mereka juga berhasil membuat robot-robotnya jadi manusiawi.

Jadi, kamu lebih pilih Megan Fox atau Rosie Huntington-Whiteley?
Hahaha... Saya bingung menjawabnya. Dua-duanya deh. All of the above. Hahaha...

Album A Thousand Suns baru dirilis tahun 2010, tapi katanya kalian sudah mulai mengerjakan album berikutnya. Benarkah?
Kami tak pernah berhenti menulis lagu. Tapi saat ini fokus kami masih pada tur dan mempromosikan A Thousand Suns.

Sepuluh tahun lalu, kalian adalah band rap metal. Sekarang musik kalian sudah berbeda. Apakah penggemar kalian masih sama?
Setelah sepuluh tahun, selera musik kami berubah. Kami yakin selera musik penggemar kami pun berubah. Ada satu hal yang paling kami hindari, dan itu adalah membuat sesuatu yang sudah pernah kami buat sebelumnya. Jadi kami memilih untuk berkembang dan berubah. Musik bukan sesuatu yang statis. Ia selalu berkembang dan berubah. Linkin Park ingin selalu memunculkan ide-ide baru dan berubah agar kami tak memproduksi sesuatu yang sudah ada.

Apa yang membuat kalian masih bertahan setelah lebih dari sepuluh tahun dan berganti jenis musik?
Kami selalu memperlakukan band kami sebagai band baru. Kami tidak menganggap bahwa mentang-mentang album perdana Linkin Park disukai banyak orang, penggemar akan tetap setia dan menyukai album-album berikutnya. Tidak seperti itu. Kami selalu mencari pendekatan yang baru, yang cutting edge, agar musik kami selalu bisa diterima. Kami juga selalu melibatkan emosi dalam lagu-lagu kami, sehingga kami mengerjakan materi album-album kami dengan sepenuh hati.

Linkin Park dikenal sebagai band yang serius dalam menggarap video klip. Video klip mana yang jadi favoritmu?
Secara pribadi saya suka Breaking The Habit, video klip kami yang formatnya anime. Itu adalah hasil kerjasama Joe Hahn dengan seorang animator terkenal asal Jepang. Video klip Faint juga bagus, banyak yang bilang bahwa video itu sangat ikonik. Sedangkan video klip yang paling berhasil menggambarkan emosi lagu adalah Irridescent, lagu kami yang jadi soundtrack Transformers 3.

Kabarnya sebanyak Rp 10 ribu rupiah dari satu tiket konser kalian di Jakarta yang berhasil terjual akan disumbangkan kepada korban bencana alam Gunung Lokon di Sulawesi. Apa alasan kalian memilih Gunung Lokon?
Sejujurnya kami tidak tahu siapa yang akan menerima donasi tersebut, tapi kami memang selalu menyisihkan hasil penjualan tiket, minimal satu dollar dari setiap tiket, untuk disumbangkan lewat yayasan Music For Relief. Ini adalah yayasan yang menyalurkan donasi kepada para korban bencana alam di seluruh dunia. Mereka yang nantinya memilih akan memberi ke mana. Kami tidak punya info lebih banyak tentang detail donasi ini, yang jelas di semua konser Linkin Park, kami selalu memberikan sebagian hasil penjualannya kepada Music For Relief untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Rabu, 14 September 2011

Manfaat Mendengarkan Musik

image, images, gambar, foto, photos, manfaat, mendengarkan, musik, all information

Manfaat Mendengarkan Musik - Mendengarkan musik adalah hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan, apa lagi sekarang dengan berkembangnya teknologi, kita semakin mudah saja untuk mendengarkan musik dan lagu. Bahkan mencari musik atau lagu pun semakin mudah. Tapi tahukah bahwa apa saja manfaat mendengarkan musik? disini ada beberapa garis besar dari manfaat mendengarkan musik.

- Mozzart efek
Mozzart efek adalah beberapa istilah dalam musik yang mempengaruhi orang untuk dapat meningkatkan kecerdasan. Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa anak telah mendengar musik, tingkat kecerdasaannya yang lebih tinggi dari rata-rata dari seseorang yang tidak tahu musik. Dengan beberapa cara, untuk merangsang otak agar “belajar” tentang segala sesuatu dari nada musik. Musik klasik juga yang baik untuk bayi dan ibu hamil karena akan meningkatkan kecerdasan bayi dan membuat si ibu lebih santai.

- Menyegarkan
Kadang-kadang ketika kita merasa bosan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan mendengarkan musik walaupun hanya beberapa saat kita akan dapat merasa segar kembali. Jadi kita akan mendapatkan semangat kembali untuk melakukan aktifitas kita.

- Motivasi
Kita dapat mengambil contoh ketika upacara bendera atau acara kenegaraan atau bahkan ketika pemberian mendali olimpiade. Ketika kita mengikutinya, kami ikut menyanyikan lagu nasional atau lagu kebangsaan. Dengan menyanyikan itu kita akan termotivasi untuk mencintai bangsa kita, pahlawan nasional, dan bahkan juga memberikan semangat baru bagi kita. Bahkan ada beberapa orang yang akan mudah belajar atau bekerja dengan mendengarkan musik.

- Terapi
Beberapa pakar menyatakan bahwa musik juga bermanfaat dari sisi medis. Ketika sakit dengan mendengarkan musik tertentu akan bisa menjadi terapi yang diharapkan dapat menyembuhkan.

- Komunikasi
Sebagai bahasa universal, musik dapat menjadi pesan ke semua negara di dunia tanpa membatasi bahasa. Bahkan satelit luar angkasa yang dikirimkan ke luar angkasa juga membawa musik.

Minggu, 14 Agustus 2011

Musik : Twentyfirst Night: Sekarang Kami Band Rock!

Musik : Twentyfirst Night: Sekarang Kami Band Rock!

Twentyfirst Night sempat jadi perbincangan di industri musik Indonesia saat mereka merilis singel Tergila di tahun 2008. Berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Maliq & D'Essentials, band ini sering tampil satu panggung dengan "seniornya" tersebut. Bahkan mereka pun mengakui bahwa Twentyfirst Night ditarik oleh label rekaman Organic Records untuk "menemani Maliq di genre-nya."

Namun setelah album pertama lahir, band ini mendadak hilang. Dari radio, televisi, dan panggung. Persis sebelum pendengar musik nyaris melupakan eksistensi mereka, Twentyfirst Night muncul kembali dengan singel terbaru mereka Selamanya Indonesia. Namun ada efek kejut yang mereka tampilkan kali ini, yaitu vokalis baru dan musik yang baru.

Saat berbincang dengan Yahoo! Indonesia OMG beberapa waktu lalu, band yang kini beranggotakan Dimas (vokal), Vicky (gitar), Joey (bass), Kido (keyboard), dan Aryo (drums) menjelaskan tentang perubahan yang mereka alami, ke mana arah musik mereka saat ini, sekaligus memberi penegasan bahwa, "Sekarang, kami band rock."

Jadi apa yang kalian lakukan selama tiga tahun ini?
Ada di studio. Harusnya album kedua keluar tahun lalu, tapi pertengaha tahun lalu vokalis kami resign. Agak mengulur waktu lama karena kami harus cari vokalis baru. Kami ketemu Dimas dua bulan setelah Yogi resign. Akhirnya kami sepakat untuk berjuang dengan Dimas sebagai vokalis. Kami rekam ulang materi yang udah direkam, karena waktu itu proses rekamannya udah 80 persen saat Yogi keluar.

Yang bikin jadi lama adalah, selain nyamain persepsi dengan Dimas, kami harus mulai lagi dari nol. Materi album kedua kan disesuaikan dengan karakter vokalis yang lama, tapi begitu dinyanyiin sama Dimas, jadi beda. Mau nggak mau kami harus bikin materi baru dari nol. Brainstroming lagi, rekaman lagi. Akhirnya album kedua baru bisa diselesaikan tahun ini. Agustus mulai masuk toko tapi launching-nya September. Judulnya Dreams of Youth.

Kenapa Yogi keluar?
Yogi punya agenda lain dalam hidupnya dan kami nggak mau menghalang-halangi seseorang untuk menggapai impiannya. Yogi itu anak pertama dan dia punya tanggung jawab untuk meneruskan usaha orang tuanya. Risikonya adalah waktu jadi nggak fleksibel karena dia harus ngantor, dan lain-lain. Daripada harus mengorbankan empat orang demi satu orang, akhirnya satu orang ini resign supaya yang empat tetap jalan.

Sempat ngadain audisi cari vokalis?
Nah, masalahnya gini. Waktu itu job buat kami masih berdatangan meski frekuensinya nggak banyak. Waktu Yogi keluar, kami rembukan apakah kita akan announce bahwa kita nggak punya vokalis lalu kita buka audisi, atau kita gerilya aja? Risikonya, kalau kita bikin audisi terbuka, orang-orang akan tahu, event organizers akan tahu, bahwa kita nggak punya vokalis. Job nggak akan datang lagi. Akhirnya kami gerilya, datang ke kafe-kafe, ngobrol sama orang-orang, datengin vokalis satu-satu. Ada kali 19 vokalis yang ditawarin, tapi selalu mental di label. Dimas adalah orang pertama yang ditawarin dan orang pertama yang menolak.

Kenapa nolak?
Dimas: Waktu itu gua masih ada proyek solo, produser-produseran. Tapi gua cuma dikontrak aja. Akhirnya mau dua bulan kemudian karena kontraknya udah hampir habis. Gua hubungin Joey, "Masih ada gak tawarannya?"

Kalian kenal Dimas dari mana?
Joey: Secara personal gua ngefans sama Dimas sejak 2003. Da dulu ngeband di Perfect Minor bareng Fajar 'Alexa' sama Danny 'The Authentics' almarhum. Keren banget bandnya. Baru ketemu dia lagi tahun 2010 di suatu resital musik, ada vokalis pakai kostum badut. Wah, keren banget. Siapa nih? Terus kita dikenalin dan abis itu jadi sering ketemu. Pas Yogi keluar, gua langsung kepikiran, kenapa nggak Dimas aja? Sempat agak pesimis sih, karena Dimas keren banget. Dia mau nggak ya?
musik, 2011, twentyfirst, night, sekarang, kami, band, rock, http://scaringcrychan.blogspot.com
Apa perbedaan yang paling terasa antara Dimas dengan Yogi?
Secara postur jauh banget. Yogi tingginya 178 cm, Dimas 192 cm. Hahaha... Tapi karakter suaranya juga beda, Yogi itu mendayu-dayu, dengerinnya nyaman. Kalau Dimas lebih menggigit, suaranya lebih laki-laki. Kalau di gitar, suara Dimas lebih distorsi lah.

Kalian kan harus mengubah musik supaya lebih cocok dengan suara Dimas. Berubahnya seperti apa?
Sekarang jadi lebih rock. Lagu baru kami yang Selamanya Indonesia itu dipilih jadi singel pertama karena sangar merepresentasikan apa yg ingin kami sampaikan di album kedua. Dimas dengan karakter suaranya yang seperti itu bikin musiknya harus dirombak, nggak bisa pakai musik yang dulu. Tetap ada benang merahnya, tapi beda. Sekalian aja di album baru ini kita rebrand Twentyfirst Night. Album baru, vokalis baru, musik baru.

Jadi sekarang band rock, nih?
Ceritanya begitu. Hehehe...

Gimana tanggapan fans?
Kami sempat main di depan fans dan ngasih dengar lagu-lagu baru kita ke beberapa fans kami, dan mereka responnya positif. Kaget mungkin, karena, 'Wah, musiknya jad gini ya? Tapi seru, sih.' Kami juga jadi dapat banyak pendengar baru, karena selama ini orang menganggap Twentyfirst Night tuh band yang pop, jazz, gitu-gitu. Tiba-tiba mereka denger Selamanya Indonesia terus nanya, 'Ini lagu siapa? Hah, Twentyfirst Night? Twentyfirst Night musiknya jadi gini toh." Kalau band berubah tapi mundur kan nggak bagus. Kami sih berubah jadi lebih baik.

Dimas sendiri apakah ada kesulitan beradaptasi dengan anak-anak Twentyfirst Night?
Sebenarnya gua datang dengan ekspektasi warna musik Twentyfirst Night yang lama, karena musik rock buat gua udah jadi kebiasaan sehari-hari. Di Twentyfirst Night awalnya gua mau cool down, tapi setelah gua masuk ternyata mereka lagunya jadi rock. Memang takdirnya udah di situ sih ya. Jadinya nggak terlalu susah karena genrenya udah gua kenal, dan musik yang sekarang itu berubah tapi masih terasa Twentyfirst Night-nya kok.

Ada perubahan dari referensi musik?
Referensinya dilebarin aja sih. Dulu kami dengerin John Mayer, Dave Matthews Band, dan black music, sekarang kami dengerinnya Mutemath, Foo Fighters, Passion Pit, Panic! At The Disco, Temper Trap, supaya tahu aja dunia lagi ngapain, ada apa aja, lagu-lagunya yang cocok sama kita yang kayak apa.

Minggu, 07 Agustus 2011

Selebriti : Identitas Pelaku Kasus Widy Vierra Terkuak

ALL INFORMATION - Selebriti : Identitas Pelaku Kasus Widy Vierra Terkuak

Kuasa hukum Widy Vierra, Minola Sebayang mengungkapkan pelaku pelecehan seksual yang dilakukan terhadap kliennya. Namun, Minola enggan membuka rahasianya karena takut pelakunya akan menghilangkan barang bukti.

"Ya sudah ada, dari mana golongan pelakunya sudah ada dan kita tidak untuk klasifikasi golongan-golongan seperti itu. Cuma kami tidak mau terlalu menginformasikan karena terkait sang pelaku yang bisa menghilangkan barang bukti nantinya kalau diberitahu," ujar
selebriti, selebritis, artis, cewek, widi, sexy, cantik, identitas, pelaku, kasus, vierra, terkuak, scaringcrychan.blogspot.com
Minola Sebayang saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Kamis (4/8).

Namun, saat disinggung apakah pelaku adalah anak pejabat tertentu, Minola lagi-lagi tak mau mengungkapnya.

"Soal anak pejabat atau bukan, kita belum bisa diinformasikan segala macemnya karena itu tidak bisa diinformasikan dulu yah," ujar Minola.

Kini, Minola sudah melaporkan ke Polda Metro Jaya mengenai mobil pelaku yang sudah teridentifikasi.

"Saya sendiri juga sudah membuat surat dengan plat mobil itu ke Ditlantas, Polda Metro Jaya," tutupnya.

Selasa, 02 Agustus 2011

Musik : Kotak Syuting Video Klip 'Tendangan dari Langit'

Musik : Kotak Syuting Video Klip 'Tendangan dari Langit'

artis, musik, kotak, tendangan, dari, langit, video, klip, syuting, 2011, scaringcrychan.blogspot.com

Tantri, Chua, dan Cella menghabiskan hari Minggu mereka di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk syuting video klip lagu terbaru mereka, 'Tendangan dari Langit', yang juga jadi soundtrack film dengan judul yang sama.

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger