Minggu, 14 Agustus 2011

Musik : Twentyfirst Night: Sekarang Kami Band Rock!

Musik : Twentyfirst Night: Sekarang Kami Band Rock!

Twentyfirst Night sempat jadi perbincangan di industri musik Indonesia saat mereka merilis singel Tergila di tahun 2008. Berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Maliq & D'Essentials, band ini sering tampil satu panggung dengan "seniornya" tersebut. Bahkan mereka pun mengakui bahwa Twentyfirst Night ditarik oleh label rekaman Organic Records untuk "menemani Maliq di genre-nya."

Namun setelah album pertama lahir, band ini mendadak hilang. Dari radio, televisi, dan panggung. Persis sebelum pendengar musik nyaris melupakan eksistensi mereka, Twentyfirst Night muncul kembali dengan singel terbaru mereka Selamanya Indonesia. Namun ada efek kejut yang mereka tampilkan kali ini, yaitu vokalis baru dan musik yang baru.

Saat berbincang dengan Yahoo! Indonesia OMG beberapa waktu lalu, band yang kini beranggotakan Dimas (vokal), Vicky (gitar), Joey (bass), Kido (keyboard), dan Aryo (drums) menjelaskan tentang perubahan yang mereka alami, ke mana arah musik mereka saat ini, sekaligus memberi penegasan bahwa, "Sekarang, kami band rock."

Jadi apa yang kalian lakukan selama tiga tahun ini?
Ada di studio. Harusnya album kedua keluar tahun lalu, tapi pertengaha tahun lalu vokalis kami resign. Agak mengulur waktu lama karena kami harus cari vokalis baru. Kami ketemu Dimas dua bulan setelah Yogi resign. Akhirnya kami sepakat untuk berjuang dengan Dimas sebagai vokalis. Kami rekam ulang materi yang udah direkam, karena waktu itu proses rekamannya udah 80 persen saat Yogi keluar.

Yang bikin jadi lama adalah, selain nyamain persepsi dengan Dimas, kami harus mulai lagi dari nol. Materi album kedua kan disesuaikan dengan karakter vokalis yang lama, tapi begitu dinyanyiin sama Dimas, jadi beda. Mau nggak mau kami harus bikin materi baru dari nol. Brainstroming lagi, rekaman lagi. Akhirnya album kedua baru bisa diselesaikan tahun ini. Agustus mulai masuk toko tapi launching-nya September. Judulnya Dreams of Youth.

Kenapa Yogi keluar?
Yogi punya agenda lain dalam hidupnya dan kami nggak mau menghalang-halangi seseorang untuk menggapai impiannya. Yogi itu anak pertama dan dia punya tanggung jawab untuk meneruskan usaha orang tuanya. Risikonya adalah waktu jadi nggak fleksibel karena dia harus ngantor, dan lain-lain. Daripada harus mengorbankan empat orang demi satu orang, akhirnya satu orang ini resign supaya yang empat tetap jalan.

Sempat ngadain audisi cari vokalis?
Nah, masalahnya gini. Waktu itu job buat kami masih berdatangan meski frekuensinya nggak banyak. Waktu Yogi keluar, kami rembukan apakah kita akan announce bahwa kita nggak punya vokalis lalu kita buka audisi, atau kita gerilya aja? Risikonya, kalau kita bikin audisi terbuka, orang-orang akan tahu, event organizers akan tahu, bahwa kita nggak punya vokalis. Job nggak akan datang lagi. Akhirnya kami gerilya, datang ke kafe-kafe, ngobrol sama orang-orang, datengin vokalis satu-satu. Ada kali 19 vokalis yang ditawarin, tapi selalu mental di label. Dimas adalah orang pertama yang ditawarin dan orang pertama yang menolak.

Kenapa nolak?
Dimas: Waktu itu gua masih ada proyek solo, produser-produseran. Tapi gua cuma dikontrak aja. Akhirnya mau dua bulan kemudian karena kontraknya udah hampir habis. Gua hubungin Joey, "Masih ada gak tawarannya?"

Kalian kenal Dimas dari mana?
Joey: Secara personal gua ngefans sama Dimas sejak 2003. Da dulu ngeband di Perfect Minor bareng Fajar 'Alexa' sama Danny 'The Authentics' almarhum. Keren banget bandnya. Baru ketemu dia lagi tahun 2010 di suatu resital musik, ada vokalis pakai kostum badut. Wah, keren banget. Siapa nih? Terus kita dikenalin dan abis itu jadi sering ketemu. Pas Yogi keluar, gua langsung kepikiran, kenapa nggak Dimas aja? Sempat agak pesimis sih, karena Dimas keren banget. Dia mau nggak ya?
musik, 2011, twentyfirst, night, sekarang, kami, band, rock, http://scaringcrychan.blogspot.com
Apa perbedaan yang paling terasa antara Dimas dengan Yogi?
Secara postur jauh banget. Yogi tingginya 178 cm, Dimas 192 cm. Hahaha... Tapi karakter suaranya juga beda, Yogi itu mendayu-dayu, dengerinnya nyaman. Kalau Dimas lebih menggigit, suaranya lebih laki-laki. Kalau di gitar, suara Dimas lebih distorsi lah.

Kalian kan harus mengubah musik supaya lebih cocok dengan suara Dimas. Berubahnya seperti apa?
Sekarang jadi lebih rock. Lagu baru kami yang Selamanya Indonesia itu dipilih jadi singel pertama karena sangar merepresentasikan apa yg ingin kami sampaikan di album kedua. Dimas dengan karakter suaranya yang seperti itu bikin musiknya harus dirombak, nggak bisa pakai musik yang dulu. Tetap ada benang merahnya, tapi beda. Sekalian aja di album baru ini kita rebrand Twentyfirst Night. Album baru, vokalis baru, musik baru.

Jadi sekarang band rock, nih?
Ceritanya begitu. Hehehe...

Gimana tanggapan fans?
Kami sempat main di depan fans dan ngasih dengar lagu-lagu baru kita ke beberapa fans kami, dan mereka responnya positif. Kaget mungkin, karena, 'Wah, musiknya jad gini ya? Tapi seru, sih.' Kami juga jadi dapat banyak pendengar baru, karena selama ini orang menganggap Twentyfirst Night tuh band yang pop, jazz, gitu-gitu. Tiba-tiba mereka denger Selamanya Indonesia terus nanya, 'Ini lagu siapa? Hah, Twentyfirst Night? Twentyfirst Night musiknya jadi gini toh." Kalau band berubah tapi mundur kan nggak bagus. Kami sih berubah jadi lebih baik.

Dimas sendiri apakah ada kesulitan beradaptasi dengan anak-anak Twentyfirst Night?
Sebenarnya gua datang dengan ekspektasi warna musik Twentyfirst Night yang lama, karena musik rock buat gua udah jadi kebiasaan sehari-hari. Di Twentyfirst Night awalnya gua mau cool down, tapi setelah gua masuk ternyata mereka lagunya jadi rock. Memang takdirnya udah di situ sih ya. Jadinya nggak terlalu susah karena genrenya udah gua kenal, dan musik yang sekarang itu berubah tapi masih terasa Twentyfirst Night-nya kok.

Ada perubahan dari referensi musik?
Referensinya dilebarin aja sih. Dulu kami dengerin John Mayer, Dave Matthews Band, dan black music, sekarang kami dengerinnya Mutemath, Foo Fighters, Passion Pit, Panic! At The Disco, Temper Trap, supaya tahu aja dunia lagi ngapain, ada apa aja, lagu-lagunya yang cocok sama kita yang kayak apa.

Musik : Twentyfirst Night: Sekarang Kami Band Rock!

0 comments:

Posting Komentar

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger