Senin, 12 September 2011

Stasiun Shibuya Buat Pecinta Bir

Stasiun Shibuya Buat Pecinta Bir - Berikut adalah agenda pencinta bir di seputaran Stasiun Shibuya, antara lain; The Aldgate, Cataratas, Craftheads, Amusement dan The Griffon.



Shibuya populer akan klub mewah dan kafe-kafe modernnya (biasanya banyak 'gyaru' -- gadis Jepang -- yang sering nongkrong di sana), tetapi kawasan hiburan itu juga menawarkan pilihan bar dan pub yang bisa memenuhi kepuasan penggemar bi. Berikut adalah lima lokasi buat Anda yang ingin merasakan bir yang sangat jarang Anda temui di belahan dunia manapun.


The Aldgate: 19 keran, harga masuk akal

The Aldgate (Udagawacho 30-4, Shibuya-ku, tel 03 3.462-2.983.) tampak kontras dengan restoran lainnya di Center-gai di Shibuya. Pub bergaya Inggris ini memiliki 19 keran bir yang menyajikan bir impor dan lokal buatan Jepang. Mereka juga menawarkan beberapa produk eksklusif bagi para pemburu bir. Aldgate Ale dan Harry Porter adalah pilihan favorit, dan baru-baru ini mereka menyediakan Jack the Ripper IPA (India Pale Ale) -- sebuah minuman bercita rasa 'kering' yang butuh waktu lama untuk dihabiskan, secara eksklusif disajikan untuk The Aldgate oleh Baird Brewing.

Bir sangat mahal. Per gelas biasanya dihargai ¥650-750 dan per pint (0,56 lt) seharga ¥950-1,050 tapi The Aldgate masih memberikan harga yang terbaik dari lima pub ini, terutama karena bar menyediakan wi-fi gratis. Dari 19 keran bir yang tersedia,
tiga sampai empat menyajikan bir istimewa, sementara keran-keran lainnya menawarkan variasi bir yang ada secara reguler.

The Aldgate kadang-kadang buka pada pagi hari untuk pertandingan besar seperti rugby dan Super Bowl. Jika Anda tertarik untuk datang ke The Aldgate, sebaiknya Anda mengakrabkan diri dengan para staf. Dengan ini, Anda bisa meminta lagu dari koleksi piringan mereka yang sangat mengesankan

Craftheads: 18 keran, harga mahal

Craftheads (Jinnan 1-13-10, Shibuya-ku, tel. 03 6.416 9.474) menawarkan ruang bawah tanah yang sangat indah dan dihiasi beton serta mebel kayu. Pemilik bar memiliki perjanjian impor dengan perusahaan Three Floyd Brewing di Illinois, jadi Anda hanya bisa menemukan bir buatan mereka di Jepang. Meski begitu, Anda akan membayar harga di kisaran premium, untuk botol 650 ml.

Mulai dari ¥3400 sampai ¥4800 untuk bir seperti Dreadnaught IPA, Popskull Imperial Brown Ale dan Dark Lord Russian Imperial Stout. Pint yang disajikan di Craftheads selalu sedikit, biasanya disajikan di gelas-gelas dan selalu tak pernah sampai penuh. Dengan
harga ¥500-800 per setengah pint, dan ¥900-1500 untuk satu pint, Anda akan merusak bukan hanya hati, tapi juga dompet. Craftheads punya 30 keran bir tapi keterbatasan ruang pendingin mereka hanya memungkinkan untuk menyajikan 17-18 bir dalam satu waktu. Rasio bir mereka 3:2, bir impor (biasanya dari Pantai Barat AS) hingga bir lokal Jepang.

Cataratas: Tempat duduk terbatas, harga maksimal

Cataratas (Sakuragaokacho 16-14, Shibuya-ku, tel. 03 3461 6615) didirikan oleh pasangan yang suka bepergian keliling dunia sebelum akhirnya membuka bar (lihat album foto mereka ke Bavaria, Angkor Wat, dan lain lain). Sebuah bar kecil yang terletak jauh di ruang bawah tanah dengan delapan kursi dan dua meja. Mereka memiliki enam keran, ketika Anda berkunjung ke sana jangan buang waktu mereka dengan bir kualitas rendah.

Bar kecil itu selalu memiliki penawaran bir terbaru dari pabrik ternama berkualitas tinggi seperti Stone, Maui Brewing dan pabrik terkenal lainnya dari A.S. Jika Anda minum cukup banyak pint, (dan Anda harus minum lebih dari 100), pasangan pemilik bar akan
memajang karikatur Anda di dinding.

Bir di Cataratas sangatlah mahal, dengan setengah pint dihargai ¥1000 dan satu pint ¥1500. Mereka juga menawarkan lebih dari 50 jenis bir dari seluruh dunia dengan kisaran harga ¥1200. Ingatkan diri Anda, bahwa Anda juga akan membayar pelayanan luar biasa dari pasangan super ramah itu.

Amusement: Bir Jerman dengan atmosfer saloon

Amusement (Sakuragaokacho 2-9, Shibuya-ku, tel. 03 3464 7971) adalah sebuah jukstaposisi. Bar ini didekorasi seperti saloon, dan melantunkan musik jazz Dixieland serta menawarkan bir dari Oregon dan Jerman. Bir Oregon berasal dari Rogue Brewing, diimpor dan diberi label ulang dengan nama Jepang oleh Ezo Beer. Sedangkan bir Jerman sangat bervariasi tergantung musim dan konsisten memasukkan beberapa label paling terkenal seperti Hofbrau, Spaten, Franziskaner dan Paulaner.

Bir berukuran kecil dihargai ¥850 dan ukuran besar ¥1050, bir Jerman biasanya disajikan dalam ukuran 300ml dan 500ml. Lihatlah lebih dekat ke dinding, maka Anda akan menemukan jejak dari band rock 1990an, Mr Big. Ada tanda tangan mereka di dinding dari saat mereka mampir ke bar itu pada 1 Januari 1996.

The Griffon: surga bir lokal

The Griffon (Shibuya 2-22-6, Shibuya-ku, tel. 03 3498 0839) adalah bar yang masih baru dengan pilihan mengesankan akan bir buatan Jepang. Anda anda sulit menemukan tempat lain yang menawarkan beragam pilihan ji-biru (bir lokal). Ada 16 keran bir di sana, tapi hanya sedikit yang bukan buatan Jepang.
Guinness dan Hoegarden disajikan dalam pint seharga ¥980, tapi semua bir Jepang dihargai ¥900 per gelas dan berasal dari produsen berkualitas tinggi, seperti Sankt Gallen, Minoh, Shonan Beer, Preston, Kinshachi, Fujizakura dan Yona Yona.

Anda juga akan menemukan bir yang sangat jarang ditemukan dengan tulisan mezurashii di sisinya. Ini adalah bir-bir langka dari pabrik seperti Tono, Tanaikogen dan lainnya. Lampu temaram dan musik pop yang diputar keras memberikan pub ini atmosfer Shibuya yang lebih kental dibanding pub-pub lain.


Tags : shibuya ,shibuya 109 ,shibuya las vegas ,shibuya calabasas ,shibuya closet ,shibuya-kei ,shibuya station ,shibuya hoppmann ,shibuya las vegas menu ,shibuya menu

Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa

Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa - Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa

Terlambat datang ke pesta bunga cherry? Pergilah ke arah utara ke Kanazawa, Sendai atau Hakodate.



Untuk melihat bunga cherry Jepang pada saat musimnya membutuhkan sedikit rencana dan banyak keberuntungan: tidak peduli seberapa banyak artikel yang kamu baca atau kabar terbaru yang kamu ikuti, cuaca dingin yang tiba-tiba datang atau cuaca panas bisa terjadi dalam seminggu atau bahkan lebih. Bunga cherry di Jepang paling terkenal di wilayah Tokyo dan Kyoto yang habis musimnya pada awal April.

Jadi jika anda datang terlambat di pesta daun bunga, anda harus berpikir menuju ke utara!

Bunga Kanazawa

Bunga Cherry akan mekar sedikit terlambat di kota bagian utara Jepang seperti Sendai atau Hakodate ini karena iklim di sana yang lebih dingin. Pilihan bagus lainnya untuk menikmati bunga cherry saat pertengahan-April adalah di Kanazawa, yang berlokasi di barat laut Tokyo di laut Jepang. Kota modern dengan beberapa wilayah bersejarah, tujuan utama di Kanazawa adalah istana Kanazawa dan Kenrokuen, yang merupakan salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang dan wilayah yang bagus untuk menikmati hamparan bunga cherry.

Menuju Kanazawa dari Tokyo sangat mudah dengan menggunakan kereta ekspress Jepang, Shinkansen. Naik Joetsu Shinkansen dan berlanjut naik ekspres yang agak terbatas di Echigo-Yuzawa, dengan lama perjalanan sekitar empat jam. Kanazawa bahkan lebih dekat dengan Kyoto dan Osaka, hanya sekitar dua jam dengan kereta ekspress tersebut. Untuk menghemat biaya perjalanan ke Kanazawa bila anda berangkat dari Tokyo, anda dapat menggunakan bis dari Shinjuku atau Ikebukuro, meskipun waktu perjalanan anda akan lebih lama.

Taman yang paling terkenal di Jepang, Kenrokuen, telah dibangun sejak 1774. Taman ini terlihat cantik di setiap musim, ditambah lagi dengan warna bunga cherry pada musim panas semakin menghidupkan taman yang susah payah dibentuk itu. Sederet pohon dekat pintu masuk taman dan dekat istana Kanazawa merupakan lokasi yang bagus untuk difoto, tetapi untuk pesta bunga cherry Jepang yang sempurna, pesta hanami harus dicoba. Selama perjalanan anda menuju taman, mampirlah ke pasar keluarga, Sunkus, atau toko yang nyaman lainnya untuk persediaan makanan apda Asahi Super Dry dan makanan ringan untuk pesta dadakan di taman.

Di samping hamparan bunga-bunga pink, areal sebesar 25 hektar di taman Kenrokuen juga menyediakan semua yang kamu inginkan. Lentera batu, lukisan jembatan, pagoda agung dan masih banyak pajangan lainnya. Sebelum mengalami perkembangan yang pesat, Kenrokuen awalnya adalah taman Istana Kanazawa, dan meskipun bangunan yang saat ini adalah rekonstruksi, istana itu masih dekat dan memiliki pemandangan yang mengesankan.

Tempat Alternatif Lain

Selain taman Kanazawa masih ada macam-macam tempat seperti area Nagamachi, yang telah dibangun kembali untuk menampilkan bagaimana samurai Kanazawa hidup. Beberapa rumah seperti Nomura House adalah bangunan yang asli, dan sepanjang area itu merupakan pemandangan indah Jepang tempo dulu. Area Higashi-Chaya adalah tempat lain yang menarik, pernah menjadi pusat dunia geisha Kanazawa dan sekarang direnovasi menjadi area yang romantis untuk menikmati segelas teh hijau. Tempat yang modern juga tersedia disana dengan kualitas sama bagusnya, dengan mengadopsi gaya arsitektur dari Museum Seni Kontemporer abad 21 dan stasiun Kanazawa yang menawarkan secara sempurna perbedaannya dengan area bersejarah Kanazawa.

Meskipun menuju Kanazawa bisa dilakukan dalam sehari dari Kyoto atau Osaka, keberangkatan dari Tokyo perlu berhenti untuk menginap, sedikitnya semalam untuk membuat perjalanan jadi lebih menarik. Untuk lebih mengenal sejarah Kanazawa, menginap di tempat penginapan gaya tradisional Jepang seperti Nakayasu Ryokan bisa menjadi pilihan yang tepat, tetapi biaya yang disukai seperti penginapan Dormy dan penginapan Totoko cukup mewakili. Pilihan unggulan kami untuk hotel di Kanazawa adalah Hotel Tokyufor yang harga dan kenyamanannya sebanding.

Tempat Menarik Lainnya

Sendai: Ibukota Miyagi Prefecture dan didirikan oleh panglima perang samurai terkenal date Masamune, yang juga terkenal sebagai "naga bermata satu," bunga Cherry Sendai biasanya bermekaran selama minggu ketiga di bulan April.

Hakodate: Bunga-bunga pelabuhan ujung selatan Hokkaido ini biasanya mencapai puncak musimnya, bersamaan dengan kota terbesar Hokkaido Sapporo pada awal bulan Mei.

Tags : kanazawa ,kanazawa psychology today ,kanazawa japan ,kanazawa university ,kanazawa satoshi ,kanazawa institute of technology ,kanazawa article ,kanazawa lse ,kanazawa fired ,kanazawa wiki

Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa

Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa - Pembaca CNNGo Michael Lynch menjelajahi gua-gua purba di Okinawa dan menemukan arus air yang bercahaya, stalaktit dengan warna-warna psikedelik serta botol-botol minuman.

Dengan suhu rata-rata tahunan mencapai 22 derajat Celsius dan lebih dari 2000 mm curah hujan per tahun, pulau Okinawa adalah lokasi yang sangat lembab untuk dikunjungi.

Berselancar angin, berenang, snorkeling, scuba dive, jet ski, dan boating adalah aktivitas populer di sini. Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas-aktivitas air, ada lima situs UNESCO yang bisa dikunjungi, serta berbagai festival pada bulan-bulan hangat.

Seperti laiknya pulau-pulau tropis lainnya, akan ada hari-hari hujan atau hari yang sangat panas dan lembab, saat semua pejalan lebih memilih bersembunyi di kamar hotel mereka. Tapi itu bukan liburan!

Maka ikatlah tali sepatu jalan Anda dan kunjungi gua-gua bawah tanah ini...




Gua Gyokusendo

Hanya 10 km dari selatan Bandara Naha, gua ini bisa dicapai dengan bus atau mobil dalam waktu kurang dari satu jam. Gua Gyokusendo adalah sistem gua terbesar kedua yang ditemukan di Jepang dan memiliki jalur sempanjang 800 meter yang bisa dilalui pengunjung.

Gua ini memiliki sungai-sungai kecil, air terjun, stalaktit dan stalagmit yang sudah terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Gua ini memiliki penerangan yang baik dan sangat memperhatikan keamanan para pengunjung.

Pegangan tangan berbahan metal dan jalur pejalan kaki membuat berjalan sepanjang 800 meter di gua ini mengasyikkan. Tetapi Anda tetap harus waspada. Ada titik-titik yang licin, tempat kelembaban terakumulasi pada tali-tali tambang.

Pendeteksi gerakan akan menyalakan lampu, gua pun hidup dengan warna-warna psikedelik yang terpancar pada lapisan es stalaktit di atas kepala. Gemericik air dari sungai kecil dan air terjun bisa terdengar di sepanjang gua dan, di beberapa tempat, kolam-kolam air itu memancarkan cahaya biru dari lampu-lampu yang dipasang secara strategis di bawah permukaan air.

Meski suasananya damai, menenangkan, dan sunyi, tidak butuh imajinasi lebih untuk membayangkan kemunculan tiba-tiba sesosok monster dari bentuk dan bayangan tak biasa dari bebatuan di gua ini. Para produser film pun pernah menjadikan gua ini sebagai lokasi syuting film Godzilla pada 1974.

Gua Gyokusendo, 9.00-18.30. (November-Maret: 9.00-18.00) ¥1,200 untuk gua and Okinawa World Village. Fasilitas: kamar kecil, toko suvenir, restoran. Parkir: gratis dan tak terbatas. Untuk info lebih lanjut tentang Gua Gyokusendo, kunjungi www.japan-guide.com atau www.okinawa-information.com.




Gua dan Kuil Kin Kannon-do

Kuil Kin (Kannon), yang paling tidak ramah pejalan kaki dari tiga gua yang ada, memberikan kejutan dan sejarah yang unik. Sepatu jalan yang kuat, bukan sandal atau sandal karel, disarankan untuk mencegah terkilir atau jatuh saat menelusuri kedalaman gua.

Pada 1552, misionaris Buddha yang sedang berperjalanan dari Cina ke Jepang, diselamatkan dari kapal karam oleh para penduduk desa Kin dari taifun. Saat tinggal di sana, ia mendirikan Kuil Kin. Patung emas Buddha yang disumbangkan oleh misionaris itu duduk tersenyum di dalam gua.

Jalan turun menuju gua ini cukup curam, pegangan tangan disediakan di sepanjang tangga tapi tak lama sampai para pengunjung sampai di permukaan yang rata. Meski kering pun, jalan-jalan di gua ini bisa licin.

Sepanjang jalan, pengunjung bisa melihat hio yang dibakar dan ada persembahan-persembahan, menandakan pemujaan pada titik-titik sakral. Setelah Anda sampai pada permukaan tanah yang cukup datar, ada banyak keunikan-keunikan yang bisa dilihat.

Ada ribuan botol Tatsu Awamori (Sake khas Okinawa) berukuran 1,8 liter yang sengaja disimpan dan didinginkan di sejuknya kedalaman gua. Para pengunjung membayar ¥10 ribu per botol untuk menyimpan di rak-rak kayu yang berjejer di belakang gua selama 5 sampai 10 tahun. 

Botol-botol ini akan diberi label nama pemiliknya dan tanggal mulai disimpan. Beberapa orang bahkan menempelkan foto bayi atau pernikahan, lainnya hanya nama dan tanggal.

Para pemiliknya akan mengambil botol ini pada saat-saat istimewa, seperti kelulusan seorang anak, merayakan anak tumbuh dewasa, atau pesta peringatan tahunan.

Saat saya berjalan kembali ke puncak tangga yang licin, saya berhenti di depan patung Buddha yang tersenyum, seolah tengah menjaga harta karun di bawah dan berpikir, "Ya, saya juga akan tersenyum seperti itu."

Gua dan Kuil Kin Kannon-do, tel. +81 (0)98 968 2438 (Penyulingan Kin), buka tiap hari 9.00-17.00, ¥400. Fasilitas: kamar mandi dan toko suvenir. Parkir: di jalan sekitar dan belakang kuil. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kuil Kin Kannon-do, kunjungi www.showcaves.com atau www.wonder-okinawa.jp.


Tags : japan ,japanese names ,japanese translator ,japan earthquake ,japanese to english ,japanese beetle ,japan airlines ,japanese dictionary ,japanese ,japan news ,okinawa ,okinawa japan ,okinawa yard sales ,okinawa weather ,okinawa diet ,okinawa hai ,okinawan karate ,okinawa time ,okinawa sushi omaha ,okinawa denver

Kue Kering iPhone Buatan Kafe Jepang

Kue Kering iPhone Buatan Kafe Jepang - 'iPhone' laku keras di Tokushima. Rasanya pun nikmat.

Para penggemar iPhone, atau siapa pun yang menginginkan cemilan tak biasa, bisa menikmati versi penganan dari gadget keluaran Apple itu di kafe Green Gables.

Kumiko Kudo, 44, pemilik kafe, mulai menjual smartphone ikonik tersebut semenjak seorang pelanggan memintanya untuk membuat kue kering iPod Touch untuk ultahnya.
Si pelanggan salah sangka, mengira kue itu berbentuk iPhone. Tetapi ia sudah kadung senang lalu menyebar berita tentang kafe Green Gables lewat Twitter.

Menurut Asahi, Kudo pernah diundang untuk bertemu Presiden Softbank Masayoshi Son dan memberinya sepotong kue kering iPhone. Teleco Softbank adalah distributor iPhone di Jepang, dan Son adalah salah satu wirausaha terkemuka di Jepang. Son juga sudah
berkomentar lewat akun Twitternya tentang betapa dia sangat menginginkan sepotong kue iPhone. Dia lalu menulis lagi, "Saya sangat bahagia. Saya tidak tega memakannya."

Dalam sehari, Kudo hanya memproduksi 20 kue iPhone. Per kue dijual seharga ¥2,730 atau Rp 290 ribu. Kudo juga sudah pernah mencoba membuat kue iPad, tapi, "kuenya jadi terlalu besar, berat, dan sukar dibuat."

Sama seperti aslinya, kue iPhone ini tidak memiliki portal USB.


Tags : japan ,japanese names ,japan earthquake ,japanese translator ,japanese to english ,japan airlines ,japanese beetle ,japan news ,japan tsunami ,japanese dictionary ,iphone 5 ,iphone 5 release date ,iphone ,iphone 4 ,iphone 4 cases ,iphone apps ,iphone 5 announcement ,iphone 5 rumors ,iphone 5 features ,iphone 5 verizon

Menjelajahi Tokyo Dengan ‘Densha’ dan ‘Chikatetsu’

Menjelajahi Tokyo Dengan ‘Densha’ dan ‘Chikatetsu’ - Tokyo adalah sebuah kota metropolitan dengan sistem transportasi publik yang komprehensif. Untuk menjelajahi kota ini, kita tidak memerlukan bantuan pemandu wisata — cukup peta transportasi umum seperti bus, densha (kereta api), dan chikatetsu (kereta bawah tanah).

Jaringan kereta api dalam kota di Tokyo dioperasikan oleh beberapa perusahaan layanan, dan merupakan salah satu jaringan kereta api yang terbesar dan tersibuk di dunia. Terdapat hampir 300 stasiun yang tersebar dalam 14 jalur, seluruhnya menempuh jarak 328 km.



Setiap hari, jaringan ini mengangkut delapan juta penumpang dengan daerah cakupan yang membentang dengan jarak hampir menyamai Jakarta-Bandung.

Dengan densha dan chikatetsu, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Tokyo seperti Shinjuku, Ikebukuro, Ginza, Asakusa, Shibuya, dan Harajuku (berhenti di Meiji-jingumae).

Stasiun densha dan chikaketsu sendiri bisa menjadi atraksi. Saksikan dan cobalah beragam jenis mesin penjual minuman dan makanan yang ada di sana. Juga ada mesin penjual bunga, serta mesin yang bisa menebak usia serta jenis kelamin Anda.

Agar tak perlu pusing membaca peta atau bingun berpindah jalur dan stasiun, Anda tinggal menaiki jalur Yamanote Line — yang melingkari kota Tokyo dan berhenti di berbagai atraksi wisata di kota ini.



Hampir semua mesin penjual tiket dilengkapi dengan panduan dalam bahasa Inggris. Tarif kereta bervariasi tergantung jarak dan dibedakan antara dewasa dan anak-anak. Lihatlah tarif ke tempat tujuan Anda, dan masukkan uang kertas atau koin untuk membeli tiket.

Jika ada kendala teknis atau bahasa, silakan bertanya kepada petugas — tetapi untuk itu diperlukan sedikit kemampuan berbahasa Jepang.



Pilihan lainnya, Anda bisa membeli tiket terusan untuk satu atau dua hari. Dengan begini, Anda bebas menggunakan jasa operator tertentu dalam 24 jam tanpa harus membeli tiket lagi untuk masing-masing jalur.

Dengan tiket terusan Holiday Pass seharga ¥ 2300 (sekitar Rp 230 ribu), Anda bahkan bebas menggunakan seluruh sistem transportasi publik di Tokyo selama 24 jam pada Sabtu, Minggu, dan hari besar.

Berpindah dari satu jalur ke jalur lain (atau stasiun) relatif mudah dan nyaman. Namun terkadang banyaknya terowongan bawah tanah bisa membingungkan. Untunglah hampir setiap marka stasiun dilengkapi dengan tulisan berhuruf Latin.



Jika Anda bepergian di hari kerja, ada baiknya untuk memerhatikan jam sibuk yakni pada pukul 07.00-09.00 pagi dan 17.00-19.00 petang.


Tags : japan ,japanese names ,japanese translator ,japan earthquake ,japanese to english ,japanese beetle ,japan airlines ,japanese dictionary ,japanese ,japan news ,tokyo ,tokyopop ,tokyo joes ,tokyo drift ,tokyo police club ,tokyotosho ,tokyo marui ,tokyo mew mew ,tokyoflash ,tokyo milk

Menikmati Kopenhagen Melalui Sepeda

Menikmati Kopenhagen Melalui Sepeda - Udara malam yang dingin terasa menusuk ketika saya sampai di Kopenhagen dengan bis dari Gedser, sebuah kota di ujung selatan Denmark, seiring hujan yang mulai turun. Beberapa orang mungkin akan mengingat Little Mermaid ketika mendengar Kopenhagen. Tapi yang saya tahu malam itu, ibukota salah satu negara monarki tertua ini adalah kota yang tua, basah, dan dingin.

Berbekal peta dari Internet, saya mencoba mencari jalan menuju sebuah hostel bernama Sleeping in Heaven. Mendengar namanya, saya berharap bisa benar-benar tidur nyenyak di situ. Tapi sebelumnya, saya harus berjibaku dengan rute bis yang tak pernah saya dengar.

"Ambil bis no. 250S mengarah ke Budinge St., turun di Ã…boulevard (perhentian ketiga). Setelah itu, jalan 200 m ke Struenseegade 7. Telusuri Kapelvej dan belok kiri di gang setelah gedung no. 44."

Wow. Ini semua harus dilakukan dalam hujan yang semakin deras. Beberapa koin krona Denmark yang beragam bentuk itu saya pilih-pilih untuk naik bis. Sedikit bingung membedakan satu sama lain karena bentuknya hampir sama dan tulisannya agak sulit dibaca.

Jalan-jalan di kota di Eropa cukup "eksotis" bagi saya, yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke benua tersebut. Kopenhagen didominasi bangunan rendah dengan beragam gaya arsitektur, mulai dari gaya abad ke-16 sampai gaya kontemporer yang minimalistik dan industrialis. Yang jelas, saya tak merasa ada di ibukota atau distrik bisnis yang sibuk.



Kota ini relatif tenang untuk saya orang Indonesia. Di sini, suara klakson dan kemacetan tidak menghiasi kehidupan setiap hari. Hal ini mungkin berkat penggunaan sepeda sebagai sarana utama transportasi warganya. Di mana-mana sepeda berlalu-lalang.

Malam pertama saya datang, saya hampir tertabrak karena tidak tahu jalan yang saya lintasi ternyata jalur khusus sepeda. Pengamatan awam saya, masyarakat di sini tidak sekadar keranjingan bergaya dengan sepeda ala pemuda Jakarta dengan fixie atau profesional muda dengan sepeda atletnya.

Sepeda di Kopenhagen sangat kasual dan fungsional, murni untuk transportasi. Tiap sepeda dilengkapi rem (walau tidak selalu dengan pergantian gigi), lalu banyak yang berkeranjang dan hampir selalu memiliki tempat membonceng. Anak mudanya pun, walau lelaki, tak malu membawa sepeda dengan keranjang di depan.

Para ibu muda yang memiliki anak memodifikasi sepeda mereka jadi seperti becak kecil, dan menaruh anaknya di depan. Bahkan, ada yang keranjangnya bisa menampung dua anak sekaligus. Kompartemen kecil di depan atau belakang sepeda ini bisa juga dialihfungsikan untuk membawa belanjaan atau barang lain.

Pada musim semi sampai awal musim gugur, yakni April hingga September, tersedia fasilitas peminjaman sepeda gratis untuk siapa saja (dengan jaminan setoran 30 krona atau Rp 30 ribu). Fasilitas yang bernama "Bycyklen København" ini terbatas pada zona di pusat kota Kopenhagen yang terdiri dari Indre By (Copenhagen Center) dan Christianshavn, sebuah distrik tua eklektik dengan sejarah cukup panjang.



Kedua daerah itu memang sebaiknya dikunjungi. Di sana banyak hal menarik seperti museum (antara lain Statens Museums for Kunst, Danish Museum of Art & Design, National Museum, Thorvaldsen Museum), dan taman kota (antara lain Tivoli Garden, Orstedsparken, Botanisk Have, Kastellet).

Dengan sepeda, Anda bisa menelusuri kanal dan pesisir yang tenang dan menyejukkan. Sempatkanlah ke Kristiania di Christianshavn, "perkampungan" dalam kota yang eksentrik, milik kaum anti-kemapanan yang menolak kehadiran globalisasi dan kapitalisme.

Jika Anda peminat sejarah, jangan lupa kunjungi beberapa istana/kastil seperti istana Amalienborg dan Christiansborg. Suka belanja? Maka cobalah pedestrian street terpanjang di dunia, Strøget, yang di kedua belah sisinya banyak terdapat pertokoan.

Kalau Anda sekadar menyukai sensasi "tersasar" di dalam kota — yang ternyata sangat menyenangkan — maka bersepeda bisa jadi salah satu cara memenuhi itu.

Jika sudah selesai bersepeda, Anda tidak perlu repot kembali ke tempat awal. Cukup taruh sepeda di salah satu titik pengumpulan — yang jumlahnya lebih dari 100 titik dalam lingkungan Bycyklen København.

Para pengguna sepeda di Kopenhagen harus mematuhi beberapa peraturan: Jangan pernah melintasi trotoar atau lalu lintas pejalan kaki, jangan pernah melintasi zebra cross, jangan pernah bersepeda di taman kota, jangan bersepeda saat larut malam dan selalu melintas di jalur kanan (Denmark mengemudi di sebelah kanan jalan).

Bersepeda di Kopenhagen sangat menyenangkan dan aman. Udaranya relatif bersih, infrastrukturnya nyaman dan kontur tanahnya datar. Anda dapat melihat lebih banyak, menyerap beragam hal dan menyelami kehidupan para warga selayaknya Copenhagenites sejati.

Ingin, kan? Jadi, lupakan bepergian dengan bis wisata atau menyewa mobil. Gunakan sepeda jika Anda sempat ke Kopenhagen.


Tags : copenhagen ,kopenhagen chocolates ,copenhagen furniture ,copenhagen tobacco ,kopenhagen fur ,copenhagen airport ,copenhagen weather ,copenhagen bakery ,kopenhagen fur auction ,copenhagen interpretation ,sepeda ,sepedaku ,sepeda fixie ,sepeda lipat ,sepeda polygon ,sepeda united ,silpada jewelry ,sepedamtb ,sepeda motor honda ,sepeda98

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger