Senin, 12 September 2011

Ketagihan ‘Egg Tart’ di Makau

Ketagihan ‘Egg Tart’ di Makau - Selain berjudi, apalagi yang bisa dikerjakan ketika berkunjung ke Makau? Jawabannya adalah mencoba camilan egg tart yang sukses membuat orang ketagihan.

Kepopuleran egg tart sebagai salah satu camilan wajib Makau dimulai tahun 1989. Ketika itu, Andrew Stow bersama istri, Margaret Wong mendirikan Lord Stow’s Bakery dengan spesialisasi egg tart Portugis.



Andrew, yang pernah bekerja hotel Hyatt, membuat egg tart yang bercita rasa tinggi. Tak heran kue ini populer karena harganya sangat terjangkau. Kabarnya, kepopuleran egg tart toko kue ini telah menyebar hingga di Filipina dan Jepang.

Namun kemudian, pasangan ini bercerai. Margaret memutuskan untuk membuka toko kue sendiri di Makau yang diberi nama Margaret’s Café e Nata. Di kafe mini itu, kita bisa melihat langsung bagaimana egg tart dipanggang. Dari jauh, bau semerbak pemanggangan roti sudah tercium sehingga ketika berada di dalam toko, egg tart ini terlihat semakin menggiurkan. Harganya hanya 7 MOP (Sekitar 8 ribu rupiah) per egg tart.

Buku “Lonely Planet” mencatat toko ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi.



Kini egg tart bisa di berbagai toko kue, supermarket, atau kafe di Makau. Salah satunya yang ikut menjual adalah Tea Plus, toko kecil yang spesialisasinya teh bubble dan egg tart. Toko ini ramai dikunjungi setelah terekspos dalam drama korea remaja paling populer tahun 2009, “Boys Over Flower”.

Lokasi toko sangat strategis. Berada di jalan utama untuk semua turis yang ingin mengunjungi lokasi reruntuhan gereja St. Paul. Mereka yang menonton drama tersebut biasanya akan mampir (termasuk saya). Apalagi, di depan toko terdapat televisi yang memutar berulang-ulang adegan egg tart di “Boys Over Flower”. Sayangnya, toko ini tidak memiliki tempat untuk nongkrong.



Selain di dua tempat itu, egg tart juga bisa didapatkan di Lord Stow’s Bakery — yang terletak lumayan jauh, di daerah Coloane (beda pulau dengan Makau).

Apa yang membuat egg tart di Makau ini menjadi favorit? Salah satunya adalah kulit egg tart ini terbuat dari puff pastry. Sehingga ketika digigit terasa renyah. Rasa manis dari pudding telur pun tidak terlalu kuat dengan tambahan karamel bakar dan serbuk kayu manis yang ditabur di atas pudding telur. Dua hal terakhir ini yang membuat unik egg tart portugis ini.

Kue ini idealnya dilahap saat masih panas alias langsung di lokasi, sekalian menikmati suasana dan merenggangkan kaki dari napak tilas kota. Sayangnya, pada jam-jam tertentu, Margaret’s Café e Nata sangat penuh sehingga sulit mencari tempat duduk kosong. Kafe yang terletak di gang sempit ini tutup setiap hari Rabu.

Jadi, jangan sampai salah memilih hari pas mau bertandang ke sana.

Surga egg tart di Makau


Lord Stow’s Bakery 1 Rua Do Tassara, Coloane Town Square
Makau

Margaret’s Cafe e NataGum Loi Building, Rua Almirante Costa Cabral
Makau

Tea Plus7 R. da Palha, Avenida de Almeida Ribeiro
Makau

Tags : makau ,makau mutua , makau boats ,makauwahi cave ,makaua village ,makau meaning ,macaulay culkin ,makau necklace ,makau hook ,makaukau

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha - Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) selama satu jam.

Yang memilih bus, harus siap-siap obat anti mabuk karena jalanan menuju puncak cukup berkelok-kelok. Terkadang jalanan sedang diperbaiki sehingga hanya satu jalur. Jadi, siap-siap deg-degan saat bus antri di jalan yang menanjak. Berharap saja rem bus super pakem.


Pemandangan perbukitan di Pulau Lantau.

Walau deg-degan, pemandangan di sekitar cukup menenangkan. Terkadang pemandangan bukit-bukit. Terkadang vila mewah, kolam renang dan pantai pasir putih yang menggiurkan. Terkadang kebun teh. Mata pun segar menikmati pemandangan.

Setiba di lokasi, untuk melihat patung Buddha raksasa saya pun tetap harus berjuang sekali lagi. Yaitu, siap-siap menapaki ratusan tangga (tepatnya 268) ke puncak. Kalau tiba di sana siang-siang, piknik pun terasa seperti sedang membakar lemak di pusat kebugaran. Panasnya minta ampun!

Untung, pada saat itu, saya cukup cerdas membawa payung sehingga bisa sedikit mengurangi sengatan panas dan tentunya menghilangkan kerinyitan dahi dan mata yang semakin sipit saat difoto.


Satu dari lima patung terbesar di Tiongkok.

Pengorbanan cucuran keringat dan kelelahan saat menaiki tangga langsung terbayar setelah melihat patung Buddha. Patung ini diberi nama Tian Tan karena dibangun mengikuti patung yang terdapat di Temple of Heaven di Beijing. Patung ini merupakan lima patung terbesar di Tiongkok.

Sang Buddha di sini digambarkan sedang duduk di bunga teratai dengan tangan kanan yang terangkat dan tangan kiri yang diletakkan di pangkuannya. Mengeliling Buddha, ada enam  patung yang posisinya menghadap ke Buddha seolah-olah sedang memberi upeti kepada sang Buddha. Keenam patung ini dikenal sebagai The Offering of the Six Devas. Masing-masing menawarkan bunga, dupa, lampu tempel, minyak, buah, dan musik.


Patung Offering of Six Devas.

Patung Buddha ini terbuat dari perunggu yang memiliki tinggi 34 meter dan berat 250 ton. Di tahun 2007,  patung ini dinobatkan sebagai patung yang berada di luar ruangan tertinggi. Bahkan kabarnya, patung ini bisa terlihat dari Makau.

Selain mengagumi keindahan pahatan patung raksasa ini, saya juga menarik napas melihat keindahan di sekelilingnya. Pemandangan hijau dari pegunungan sekitar — sering disebut Lantau Peak — dan juga laut luas warna biru dari lautan Tiongkok Selatan benar-benar membuat perut mulas.

Belum lagi, langit biru yang bebas polusi. Indah sekali. Di satu sisi, terlihat juga landasan lapangan terbang bandara internasional Hong Kong.





Foto-foto kuil Po Lin, kuil terbesar di Hong Kong.

Setelah puas menikmati pemandangan di atas, di bawah telah menunggu kuil Po Lin yang merupakan kuil terbesar di Hong Kong dan berdiri sejak 1924. Seperti kebanyakan kuil, di dalamnya pun banyak beberapa patung dimana para penganut bisa berdoa. Sedangkan di halaman kuil terdapat barisan bunga dengan berbagai warna yang cukup nikmat untuk dipandang.

Tags : tian tan buddha ,tian tan buddha in hong kong ,tian tan buddha history ,tian tan buddha how to get there ,tian tan buddha cable car ,tian tan buddha statue hong kong ,tian tan buddha map

Mendaki Tanjakan Maut Baduy

Mendaki Tanjakan Maut Baduy - Sebenarnya mendaki bukanlah olah raga favorit saya. Berjalan keluar masuk pedalaman dan hutan juga bukan pilihan utama saya untuk menghabiskan liburan. Namun, berkat gabung dalam komunitas Couchsurfing, berbagai alternatif menghabiskan waktu luang pun menjadi lebih bervariasi, termasuk napak tilas ke Baduy.

Seperti yang sudah diajarkan sejak SD, Baduy dibagi menjadi dua: Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam lebih tertutup. Lokasinya pun lebih masuk ke pedalaman. Foto tidak diperbolehkan jika memasuki Baduy Dalam, begitu juga pengunjung asing. Berhubung di dalam kelompok saya ada tiga teman dari Perancis dan Jerman, Baduy Dalam pun tidak menjadi tujuan.






Saya agak “bersyukur” kelompok jalan ini tidak ke Baduy Dalam. Medan untuk menuju tiga desa di bagian paling pinggir Baduy Luar saja sukses membuat saya sering kehilangan napas dan seluruh otot di tubuh terasa ditarik kaku. Buat pelancong seperti saya yang terakhir hiking ketika SMA dan tidak pernah berolahraga, perjalanan keliling Baduy Luar itu ibarat mengulangi masa perploncoan kuliah. Jadi, benar-benar dibutuhkan stamina fit dan pemanasan kelenturan otot kaki yang cukup panjang. Jika Anda tidak terlatih sebelumnya, siap-siaplah menikmati badan kaku selama tiga hari.

Perjalanan menuju Ciboleger, desa terakhir yang dapat dijangkau mobil, mulai sekitar tengah malam. Di Ciboleger, kami langsung disambut patung keluarga petani berwarna putih. Sambil menunggu pemandu, Pak Erwin, seorang penduduk Baduy Luar, kami mengganjal perut dengan kopi dan pisang goreng di beberapa warung kecil di situ.



Tujuan pertama kami adalah jembatan akar. Sesuai dengan namanya, jembatan ini terbentuk dari rangkaian akar dua pohon besar yang berada kedua sisi Sungai Cisemeut. Posisi jembatan ini cukup tinggi, sekitar sepuluh meter dari tanah dan terbentang sekitar dua puluh lima meter. Yang mengagumkan adalah jembatan ini terbentuk tanpa bantuan paku, semen atau besi. Benar-benar hanya jalinan kayu dan simpul sabut kelapa atau ijuk kayu.

Berhubung masih pagi, daun-daun pun masih berembun sehingga jalan yang kami tempuh licin. Perjalanan harus super hati-hati karena beberapa titik berada di pinggir jurang. Kepleset sedikit akan sangat berbahaya. Belum apa-apa, kami sudah olahraga jantung juga karena deg-degan tingkat tinggi.

Hal yang harus diingat selama berjalan bersama pemandu penduduk asli adalah definisi jarak yang berbeda. Ketika akan berangkat menuju jembatan akar, Pak Erwin mengatakan kalau jarak ke jembatan akar ini pendek. Pulang balik hanya sekitar dua jam. Ternyata, dua jam itu bagi rombongan kami hanya cukup untuk perjalanan menuju jembatan. Perlu dua jam lagi untuk kembali ke lokasi asal.



Walau perjalanan perlu sedikit perjuangan, banyak hal yang bisa dinikmati selama mendaki dan menuruni bukit dan hutan ini. Gemericik air pancuran, suara orang menumbuk padi di saung, pemandangan sawah huma (ladang padi dengan sistem tanpa pengairan), pegunungan dan hutan yang menakjubkan. Sesekali juga kami bisa melihat beberapa binatang kecil berkeliaran. Antara lain, berbagai model laba-laba, kalajengking dan kaki seribu terbesar yang pernah saya lihat.



Setelah makan siang di rumah Pak Erwin yang disiapkan oleh istrinya, perjalanan pun dilanjutkan menuju Desa Gajeboh Tiga tempat saya akan menginap. Medan menuju Desa Gajeboh Tiga ini lebih dahsyat lagi. Selama hampir tiga jam, trek jalan penuh dengan tanjakan dan turunan curam. Kelok-keloknya mengalahkan Tembok Besar Cina di Beijing.

Ketika tiba di rumah penduduk setempat, mereka langsung menyambut ramah rombongan kami. Mereka juga menawarkan berbagai buah hasil tanaman seperti pisang dan durian. Saya takjub melihat betapa besar dan berkelimpahan hasil tanaman mereka. Berhubung belum lewat jam enam sore, ada waktu cukup untuk merebahkan diri sejenak, mandi dan menikmati indahnya sungai melintas desa ini sambil melahap durian. Nikmat!






Sekitar jam sembilan malam, karena tak ada listrik, suasana desa pun sudah tenang. Semua terlelap. Ini artinya penduduk bangun pagi lebih awal. Sekitar jam empat pagi, kesibukan tiap rumah pun mulai terdengar.

Para wanita biasanya bersiap berladang, menumbuk padi atau menenun kain, sedangkan para lelakinya langsung menuju sungai. Kebanyakan mereka mengatur balok-balok kayu yang tampaknya akan dijual di kota. Sementara anak-anak tinggal di rumah sendiri, mengisi waktu luang berkumpul dan bermain bersama. Karena menjaga tradisi, anak-anak ini memang tidak bersekolah.



Perjalanan mengelilingi Desa Gajeboh dilanjutkan dengan titik tujuan pulang. Medan yang dilewati tidak terlalu berat, walau tetap menanjak karena akan melihat Desa Gajeboh dari atas. Begitu tiba di titik teratas, pemandangannya lebih menakjubkan. Terlihat sekali betapa rumah-rumah orang Baduy hampir tertutup oleh alam. Betapa mereka sangat menghargai alam sekeliling mereka. Dan, terus terang, pemandangan seperti ini terasa damai sekali.




Tags : baduy ,baduya recipe ,baduya ,baduy tagalog ,baduy in english ,baduy tribe ,baduy indonesia ,baduy meaning ,baduy tagalog translation ,baduy quotes

Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?

Mengapa Jalan-jalan di Indonesia? - Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Mengapa sih harus jalan-jalan di Indonesia?” maka jawaban saya adalah, “Mengapa tidak?” Ada banyak alasan mengapa kita harus jalan-jalan di Indonesia. Di bawah ini saya tuliskan beberapa.

Semoga artikel ini dapat membuat Anda sepakat dengan saya: berjalan-jalan di Indonesia adalah wajib hukumnya.


Seorang perempuan di desa Sukopuro, Probolinggo, Jawa Timur berjalan melewati Gunung Bromo. Foto: AP/Trisnadi

Segala ada


Apa jenis wisata yang Anda cari? Wisata laut, gunung, budaya, belanja, atau flora dan fauna? Semua ada di Indonesia. Laut kita sudah tidak perlu diragukan lagi. Dunia bawah laut Raja Ampat, Wakatobi, Komodo dan Bunaken sudah terkenal di seluruh dunia.

Jenis pasir pantai apa yang Anda cari? Indonesia punya pasir putih bersih sehalus tepung juga merah muda berbutir-butir. Bagi pecinta gunung, Indonesia adalah negara dengan gunung berapi paling banyak di dunia. Ada banyak taman nasional bagi penggemar flora dan fauna.

Dengan beragam suku, etnis, agama dan kepercayaan, Indonesia punya keragaman budaya. Jakarta, kota dengan pusat perbelanjaan terbanyak, cocok buat yang hobi belanja. Gedung tua yang bersejarah, ada juga.


Sendratari di Candi Badut, Malang. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Ramah


Banyak orang mengatakan, orang Indonesia tidak lagi seramah dulu. Tetapi saya percaya bangsa Indonesia tetaplah salah satu bangsa dengan tingkat keramahan tertinggi di dunia. Bahkan di kota besar seperti Jakarta yang konon masyarakatnya individualis, orang Jakarta jauh lebih ramah dibandingkan negara lain. Kalau Anda tersesat di belantara kekusutan Jakarta, tidak perlu ragu bertanya. Pasti dibantu. Di negara lain? Belum tentu.


Pantai yang masih sepi dan belum terjamah turis ini terletak di Tanjung Setia, Lampung Barat, Lampung. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Murah


Mahal/murah memang relatif. Jika Anda tinggal di Medan, misalnya, berjalan-jalan ke daerah Indonesia timur tentu lebih mahal dari negara tetangga. Tapi jangan lupa, ada harga ada rupa. Sering kali yang Anda bayar sebanding dengan yang didapat.

Melihat komodo, satu-satunya binatang purba yang tersisa, dan leyeh-leyeh di pantai berpasir merah muda jauh lebih asyik dan membanggakan ketimbang berfoto di depan menara kembar atau main di taman hiburan. Karya manusia tidak akan bisa mengalahkan karya agung ciptaan Tuhan, bukan?

Supaya murah, kunjungilah daerah yang dekat dengan tempat tinggal Anda, misalnya provinsi tetangga. Anda bisa juga memesan tiket promosi penerbangan murah dari  jauh-jauh hari.


Melihat lumba-lumba di laut lepas? Itu bisa Anda lakukan di Tanjung Kiluan, Lampung; Lovina, Bali; sampai di Raja Ampat, Papua. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Lebih mudah


Yang dimaksud dengan mudah di sini bukanlah tentang menjangkau tujuan-tujuan wisata di Indonesia, melainkan soal bahasa dan budaya. Ke daerah mana pun Anda pergi di Indonesia, tentu Anda sudah dapat memperkirakan pantangan di daerah itu.

Makin terpencil suatu daerah, biasanya makin kuat adatnya. Pastinya Anda mampu mengira-ngira di mana Anda boleh memakai tank top, dan mana yang tidak. Karena kita masih sebangsa, bahasa tubuh maupun ekspresi lebih mudah dibaca sehingga kemungkinan salah paham dapat diperkecil.

Gengsi


Salah satu alasan orang Indonesia jalan-jalan ke luar negeri adalah karena gengsi. Padahal, kurang bergengsi apa kalau Anda sudah menjelajahi seluruh Indonesia? Sangat ironis jika orang Indonesia lebih sering jalan-jalan di negara lain tetapi tidak tahu betapa indahnya negeri sendiri. Masak orang asing lebih paham kecantikan negara kita? Gengsi, ah!


Berselancar dengan ombak setinggi ini bukan hanya Anda temukan di Bali, di Lampung pun bisa. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Perbaikan kehidupan


Bila keadaan ekonomi Anda baik-baik saja dan merasa tidak peduli dengan kondisi ekonomi negara, sebaiknya Anda berpikir ulang. Kondisi ekonomi negara selalu mempengaruhi kondisi ekonomi penduduknya.

Dengan jalan-jalan di negeri sendiri, kita ikut memperbaiki kondisi ekonomi negara kita yang efeknya juga akan memperbaiki kehidupan kita. Mengapa bisa begitu?

Sebab, menghabiskan uang di negeri sendiri akan membuat uang tidak “kabur” ke luar negeri. Yah, ibaratnya uang dari kantong kanan pindah ke kantong kiri, nggak pindah ke kantong orang lain. Jika perekonomian bangsa membaik, kita juga yang untung, kan?


Tags : indonesia ,indonesian islands ,indonesian ,indonesian food ,indonesian to english ,indonesia etf ,indonesia tsunami ,indonesian currency ,indonesia map ,indonesian names

Kuburan di Pulau Kelor

Kuburan di Pulau Kelor - Sesuai dengan namanya, Pulau Kelor memang hanya selebar daun kelor. Luasnya tak lebih dari dua hektar. Daratan kecil tak berpenghuni ini hanya terdiri dari selarik pantai mini dan bangunan Benteng Martello.

Benteng Martello adalah benteng bulat dari bata yang dibuat dengan meniru benteng Mortella di Corsica (sebuah pulau di Laut Tengah). Dulu, Pulau Kelor adalah garda terdepan untuk mempertahankan Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari samudera. Penjaga pulau akan memantau wilayah laut di depannya dan mengabarkan pada Batavia jika kapal musuh menampakkan diri di cakrawala.



Konstruksi Benteng Martello di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu. Foto: Famega Syavira

Masyarakat sekitar juga menyebut pulau ini sebagai Pulau Kuburan. Konon beberapa pemberontak memang dimakamkan di sekitar benteng. Salah satunya adalah pemberontak yang melawan Belanda dari atas kapal Zeven Provincien pada Februari 1933. Sayang, kini setengah bagian luar benteng tertutup semak-semak sehingga tak mudah dijelajahi.

Bangunan benteng yang asli sebenarnya jauh lebih luas daripada yang bisa disaksikan sekarang. Benteng yang tersisa hanya bagian dalamnya. Sebagian besar benteng runtuh dan terendam air karena abrasi yang mengikis pulau.

Ketiga pulau ini dapat dicapai dari Pelabuhan Kamal Muara, Muara Angke dan Marina, Ancol. Dua pelabuhan yang saya sebut pertama adalah pelabuhan rakyat yang becek dan kotor.

Lautnya? Jangan tanya lagi. Untuk menuju pulau-pulau itu, kapal harus melewati laut berbau busuk, berwarna hitam kental akibat polusi. Beberapa kali kapal harus berhenti di tengah laut karena sampah tersangkut ke baling-balingnya. Ketika saya ke sana, baling-baling terlilit semacam senar panjang yang sulit dilepaskan.

Setelah setengah jam perjalanan, warna hitam berangsur-angsur menghilang meski air tetap tak biru. Di Pulau Kelor yang berjarak 15 menit dari pesisir Jakarta, air laut masih tampak kotor sehingga tak disarankan untuk mandi-mandi di sini.

Laut biru di Teluk Jakarta setidaknya baru akan muncul di sekitar pulau Pramuka. Meski demikian, Kepulauan Seribu bisa menjadi pilihan alternatif perjalanan yang singkat dan menyenangkan bagi warga Jakarta.


Tags : kuburan menangis ,kuburan terangker di dunia ,kuburan ,kuburan band ,kuburan yesus ,kuburan angker ,kuburan band malam jumaat ,kuburan aneh ,kuburan para nabi ,kuburan jeruk purut

Apa yang Dilakukan Selama Transit?

Apa yang Dilakukan Selama Transit? - Sebuah perjalanan panjang yang melintasi benua biasanya memerlukan transit — persinggahan sementara di bandara tertentu yang biasanya terletak di antara bandara keberangkatan dan tujuan.

Sebagai pejalan, yang kita ketahui umumnya hanyalah berapa lama dan tempat transit. Banyak orang berkata, masa transit yang singkat itu bagus, karena kita tidak perlu menunggu lama mencapai tempat tujuan. Tetapi tahukah Anda bahwa masa transit singkat itu justru membuat kita lelah?

Selain karena harus buru-buru mengejar pesawat, kita tidak akan sempat beristirahat dari ruang duduk pesawat yang sempit itu. Bayangkan saja: kita hanya pindah pesawat untuk kemudian duduk tak bergerak lagi selama berjam-jam.

Masa transit yang cukup lama akan membantu kita mengatasi jet lag dan menikmati perjalanan. Tetapi, sisi negatifnya, jeda panjang dapat membuat kita bosan dan lelah.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan selama transit:

Mandi


Hampir setiap bandara transit menyediakan kamar mandi, walau tak semua diperlengkapi dengan alat mandi seperti sabun atau shampo. Di Dubai, misalnya, terdapat dua jenis kamar mandi. Pertama, yang gratis namun tanpa alat mandi. Kedua, yang berbayar ($ 5-15, Rp 43-130 ribu) dengan alat mandi lengkap — sikat gigi, sabun hingga handuk.

Anda pun menjadi lebih segar dan rileks untuk melanjutkan separuh perjalanan yang tersisa.

Istirahat


Jika membawa selimut atau bantal kecil, Anda bisa mencoba merebahkan diri dan tidur di sudut-sudut bandara yang aman dan nyaman. Beberapa bandara, seperti Incheon di Seoul, bahkan menyediakan tempat istirahat dengan kursi yang bisa direbahkan. Ada pula beberapa kursi pijat yang berbayar.

Tetapi jika masa transit lebih dari 12 jam, sebaiknya Anda menyewa kamar di hotel transit.


Menyambangi dunia maya


Gunakanlah laptop atau telepon seluler Anda untuk tersambung ke Internet dengan fasilitas Wi-Fi gratis, atau gunakan komputer yang tersedia di bandara. Daripada menelepon rumah, lebih murah chatting kan?

Membaca


Punya beberapa buku yang belum selesai dibaca? Saat-saat seperti ini sangat cocok untuk membaca buku sampai habis!

Berkeliling bandara


Setelah berjam-jam duduk terus di pesawat, inilah saatnya berolahraga kecil! Jalan-jalan keliling bandara yang besar bisa membunuh kebosanan. Beberapa bandara punya museum atau kegiatan kebudayaan (misalnya, menggambar atau membuat kerajinan tangan). Banyak bandara yang arsitekturnya menarik dan mengagumkan.


Keluar bandara


Bila ketentuannya memungkinkan, kita bisa keluar dari bandara dan menikmati lokasi di sekitar. Periksalah terlebih dahulu di Internet, apakah kita bisa melewati imigrasi tanpa harus punya visa atau ketentuan lain.

Warga Indonesia yang transit di Hong Kong, Singapura, Istanbul, Bangkok atau Kuala Lumpur bisa keluar bandara tanpa harus menggunakan visa yang diurus sebelumnya. Kabarnya, untuk Seoul dan Taipei kita bisa keluar imigrasi, asalkan menunjukkan visa negara tujuan seperti Amerika, Jepang atau Schengen (Eropa) dan punya tiket terusan.

Bercengkerama


Pergi berdua pasangan atau bersama keluarga? Inilah saatnya Anda bersenang-senang dengan rekan perjalanan. Bermain dengan anak, bercanda dengan istri atau teman, atau mengajak mereka makan di suatu tempat. Nikmatilah perjalanan sesungguhnya.

Mengamati pesawat


Bagi penggemar dunia penerbangan, bandara adalah tempat yang menyenangkan. Di sini dapat terlihat pesawat yang baru mendarat atau lepas landas. Ada pula yang merapat ke apron lalu mengeluarkan penumpang. Amatilah berbagai jenis pesawat, ambil foto pesawat maskapai tertentu dan upload ke Flickr.


Tags : pesawat ,pesawat murah ,pesawat terbang ,pesawat bandung jogja ,pesawat citilink ,pesawat tempur ,pesawat airbus a380 ,pesawat tempur buatan indonesia ,pesawat surabaya bandung ,pesawat kepresidenan

ALL INFORMATION Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger